KULON PROGO - BUKP milik Pemprov DIJ menjadi sorotan. Lantaran, beberapa nasabah di Kulon Progo mengeluhkan tak bisa menarik tabungan dan deposito di dalam BUKP.
Salah satunya nasabah BUKP Wates, Teguh Wibowo.Pedagang sembako di Pasar Bendungan yang mencoba menyimpan hasil dagangannya di BUKP Wates. Dirinya telah menjadi nasabah sejak 2023 lalu. "Tahun sebelumnya tidak ada masalah, baru tahun ini saja mau ngambil uang malah tidak bisa," ucap Teguh, Rabu (9/4).
Usut punya usut, Teguh bukanlah satu-satunya nasabah yang tak bisa menarik dana. Teguh menjelaskan, ada belasan pedagang Pasar Bendungan yang menabung atau deposit. Namun, tak bisa menarik uangnya kembali. "Di luar pasar banyak juga, kalau seperti ini arep sambat karo sopo," ungkapnya.
Nasabah melaporkan adanya kesulitan menarik uang dari BUKP. Kebanyakan nasabah memebuat tabungan dan deposito mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah. "Dari 25 nasabah, total uang mereka sekitar milyaran rupiah detailnya masih kalkulasi," ungkapnya.
Priyo mengungkapkan, beberapa nasabah tercatat memiliki uang yang tertahan di BUKP sekitar ratusan milyar. Bahkan menurut laporan nasabah, ada salah satu nasabah yang telah meninggal dunia dengan memiliki slado tertahan Rp 700 juta. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo