JOGJA - DPD Association of The Indonesian Tours and Travels Agencies (Asita) DIJ menyambut positif kebijakan pemerintah yang menurunkan harga tiket pesawat. Terutama menjelang periode libur Nataru. Kebijakan ini dinilai bisa meningkatkan daya beli masyarakat.
Ketua DPD ASITA DIJ Trianto Sunarjati mengatakan, penurunan harga tiket ini disambut baik para pelaku industri pariwisata. Menurut informasi yang diterima dari agen perjalanan wisata yang bekerja sama dengan maskapai penerbangan, kebijakan ini fokus pada penurunan biaya layanan bandara dan pengurangan fuel surcharge.
"Meskipun secara jumlah penumpang tidak terlihat lonjakannya, karena kebijakan ini diterapkan pada high season seperti sekarang, tetapi dampaknya tetap positif," ujarnya saat dihubungi Radar Jogja Sabtu (14/12).
Atok, sapaannya, menyebut kebijakan penurunan harga tiket pesawat yang diterapkan oleh pemerintah, khususnya terkait penurunan biaya bahan bakar, telah berjalan sesuai tugas yang harus dijalankan oleh pihak pemerintah. Menurutnya, dari sisi pemerintah ini adalah tugas yang harus dijalankan.
Sementara pihaknya menyambut baik kebijakan ini. “Di sisi kami sebagai pelaku industri agen perjalanan, kami sudah siap dan semuanya berjalan on system yang telah disepakati bersama airlines,” katanya.
Selain faktor harga tiket, Atok juga menyoroti pentingnya aksesibilitas menuju destinasi wisata di Jogjakarta. Dengan adanya infrastruktur yang semakin berkembang, seperti kereta api dan jalan tol, akses ke DIJ semakin mudah.
Pihaknya yakin jumlah wisatawan yang datang ke Jogjakarta akan semakin banyak. "Terutama wisatawan keluarga yang lebih banyak datang pada periode Nataru," tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk menurunkan harga tiket pesawat. Satgas itu diharapkan dapat menurunkan harga tiket pesawat, terutama rute domestik hingga 10 persen.
Menanggapi hal itu, Atok menyatakan bahwa satgas itu akan berhubungan langsung dengan pihak penerbangan. Pihaknya berharap pemantauan yang cermat dapat memastikan kebijakan penurunan harga tiket pesawat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat.
Tidak hanya bagi maskapai penerbangan, tetapi juga bagi pelaku industri pariwisata lainnya, seperti agen perjalanan dan sektor perhotelan.
“Kalau itu dipantau jalannya kebijakan ini, kami akan dukung itu. Apapun kebijakan yang dibuat, apakah berefek atau berdampak positif atau tidak, harus dipantau,” ucapnya.
Meskipun kebijakan penurunan harga tiket pesawat ini sudah diterapkan di periode Nataru yang merupakan high season, Asita berharap kebijakan serupa bisa diterapkan pada periode low season. Dengan begitu, diharapkan DIJ dapat terus menjadi destinasi wisata yang ramai sepanjang tahun.
"Harapan kami selama setahun itu penuh wisatawan yang datang ke DIJ, semua periode terpenuhi. Tapi kan faktornya tidak hanya penurunan harga tiket saja, ada hal lain yang perlu kami siapkan juga,” ujar Atok. (tyo/laz)
Editor : Heru Pratomo