Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tersebar di Lima Daerah, Nilai Produksi Batik Khas Jogja Capai Rp 162 Miliar

Kusno S Utomo • Sabtu, 7 Desember 2024 | 14:30 WIB
POTENSIAL: Pengunjung melihat koleksi batik yang dipajang saat festival batik 2022 di JEC kemarin (19/10). Festival yang mengangkat tema Jagaddhita Batik Jogja Istimewa itu diikuti seluruh daerah di Indonesia. Untuk dapat mengenalkan keberagaman motif bat
POTENSIAL: Pengunjung melihat koleksi batik yang dipajang saat festival batik 2022 di JEC kemarin (19/10). Festival yang mengangkat tema Jagaddhita Batik Jogja Istimewa itu diikuti seluruh daerah di Indonesia. Untuk dapat mengenalkan keberagaman motif bat

JOGJA - Sampai saat ini DIY memiliki sejumlah 1.750 industri kecil menengah (IKM) yang memproduksi batik. Industri batik mampu menyerap sebanyak 7.735 tenaga kerja dengan nilai produksi  kurang lebih Rp 162 miliar per tahun.

“Sebaran industri batik berada di lima daerah kabupaten/kota se-DIY,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Syam Arjayanti Jumat (6/12/2024).

Adapun detil sebarannya terbanyak di Kota Yogyakarta sebanyak 373 unit usaha. Disusul Kabupaten Bantul (943), Gunungkidul (248), Sleman (114) dan Kabupaten Kulon Progo 72 unit usaha.

Pengembangan batik di DIY menunjukan prestasi membanggakan. Itu ditandai dengan ditetapkannya Yogyakarta sebagai Kota Batik Dunia pada Oktober 2014. Syam menjelaskan, secara garis besar pembinaan industri batik dilakukan melalui tiga hal. Peningkatan produksi dan pemasaran serta penguatan kelembagaan.

Peningkatan produksi melalui peningkatan kapasitas SDM lewat pelatihan dan pendampingan. Kemudian peningkatan pemanfaatan teknologi produksi melalui bantuan hibah dan pinjam pakai. Peningkatan pemasaran dengan penyelenggaraan pameran, festival, fasilitasi partisipasi pameran, dan lainnya.

“Peningkatan kelembagaa melalui sosialisasi dan pelatihan terkait kelembagaan maupun perizinan usaha,” jelas dia.

Syam juga mengungkapkan, upaya mempromosikan produk batik khas Jogja dengan dukungan dana keistimewaan lewat serangkaian kegiatan. Antara lain pemecahan rekor Muri Membatik Terpanjang sepanjang 3000 meter bertepatan momen Hari Batik Nasional.

Kemudian penyelenggaraan Jogja International Batik Biennale (JIBB), festival batik yang melibatkan 170 IKM batik dan Gebyar Indikasi Geografis Batik Tulis Nitik. Acara diawali dengan lomba pengembangan desain batik Nitik.

Puncaknya diluncurkan Indikasi Geografis Batik Tulis Nitik Yogyakarta oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X di Balai Kalurahan Trimulyo, Jetis, Bantul pada November 2021. Berikutnya, pembangunan Monumen Jogja Kota Batik dan renovasi Prasasti Batik Titik Nol pada 2015.

“Ini sebagai bentuk apresiasi terhadap penobatan batik Jogja sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO dan penobatan Jogja sebagai Kota Batik Dunia,” kata Syam. Selain itu,  memberikan hibah peralatan produksi kepada kelompok IKM batik dengan anggaran Rp 315 juta.

 

Anggota Komisi B DPRD DIY Muh Ajrudin Akbar mendukung setiap upaya promosi bagi pelaku industri khas Jogja seperti batik. Dari laporannya yang diterimanya, dinas secara periodik mengadakan monitoring dan evaluasi (monev). Hasilnya diketahu kegiatan promosi mampu meningkatkan penjualan pelaku IKM di DIY. Peserta mengalami peningkatan penjualan rata-rata sebesar 40 persen di tahun pertama.

 Selanjutnya, 2024 ini juga telah diadakan berbagai kegiatan promosi seperti mengikuti pameran JIFFINA, INNACRAFT, TEI, IFEX, Kriya Nusa, PRJ dan Jogja Fashion Week. Akhir tahun ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menyelenggarakan festival batik dan memfasilitasi IKM bisa mengikuti pameran ke Brussel Belgia.

“Kegiatan promosi melalui berbagai sarana dan media harus terus digiatkan. Itu agar produk industri khas Jogja semakin dikenal luas dan laku di pasaran,” pinta Ajrudin. (kus)

 

           

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kota Batik Dunia #produksi #industri kecil menengah (IKM) #JIBB #kabupaten bantul #Sleman #kabupaten/kota #khas jogja #komisi b #Gunungkidl #dprd diy #Kota Yogyakarta #jogja international batik biennale #tenaga kerja #Batik #UNESCO #kabupaten kulon progo #DIY #Pameran #dinas perindustrian dan perdagangan #JIFFINA #Jogja #IKM