JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) DIY mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi DIY tahun 2024 mencapai 81,62.
Angka ini meningkat 0,53 poin atau 0,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 81,09.
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, pembangunan manusia di DIY terus mengalami kemajuan.
Sejak tahun 2021, status pembangunan manusia di DIY sudah berada pada level ‘sangat tinggi’.
Selama 2020 hingga 2024, IPM DIY secara rata-rata meningkat sebesar 0,52 persen per tahun. Dari 79,95 pada tahun 2020 menjadi 81,62 pada tahun 2024.
“Dengan capaian ini, DIY menjadi provinsi dengan peringkat dua IPM tertinggi di Indonesia di bawah DKI Jakarta,” katanya di Kantor BPS DIY, Senin (2/12/2024).
Dia menjelaskan, peningkatan IPM DIY tahun 2024 didukung oleh semua dimensi penyusunnya, terutama standar hidup layak.
Meskipun laju peningkatan pengeluaran riil per kapita masyarakat DIY tidak secepat kondisi tahun 2023. Di mana tumbuh sebesar 3,05 persen.
Namun, pengeluaran riil per kapita masyarakat DIY masih menjadi dimensi penyusun dengan kenaikan tertinggi.
“Tumbuh sebesar 2,93 persen dibanding tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran riil per kapita masyarakat DIY naik Rp 437 ribu dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Dimensi umur harapan hidup (UHH) sebagai indikator dimensi umur panjang dan hidup sehat tumbuh sebesar 0,24 persen.
Bayi yang lahir pada tahun 2024 memiliki harapan untuk dapat hidup hingga 75,36 tahun.
Meningkat 0,18 tahun dibanding mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pada dimensi pengetahuan, harapan lama sekolah (HLS) dan rata-rata lama sekolah (RLS) mengalami percepatan dibanding tahun 2023.
“HLS tumbuh sebesar 0,26 persen dan RLS tumbuh sebesar 0,92 persen,” ujar Herum.
Dia menjabarkan, HLS penduduk umur 7 tahun dan RLS penduduk umur 25 tahun ke atas di DIY tahun 2024 mengalami peningkatan.
HLS meningkat sebanyak 0,04 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari 15,66 tahun menjadi 15,70 tahun. Sementara RLS meningkat sebesar 0,09 tahun. Dari 9,83 tahun menjadi 9,92 tahun.
Pembangunan manusia tingkat kabupaten/kota selama tahun 2020–2024 menunjukkan pencapaian yang sangat baik.
Lantaran kabupaten/kota di DIY sudah berstatus ‘sangat tinggi’ dan ‘tinggi’. Serta terus mengalami peningkatan indeks.
Pada tahun 2024, tiga kabupaten/ kota, yaitu Kota Jogja, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul, menjadi daerah dengan status capaian pembangunan manusia yang ‘sangat tinggi’.
IPM Kota Jogja mencapai 89,10 dan tercatat paling tinggi di antara kabupaten/kota lain di DIY.
Capaian IPM tertinggi berikutnya dimiliki Kabupaten Sleman dan Bantul dengan indeks masing-masing sebesar 85,71 dan 82,05.
Sementara itu, IPM Kulon Progo dan Gunungkidul tercatat masing- masing sebesar 75,82 dan 71,46 dengan status capaian pembangunan manusia yang ‘tinggi’.
“Pertumbuhan IPM tertinggi tahun 2024 terjadi di Kabupaten Sleman dengan 1 persen,” kata Herum.
Meski demikian, pertumbuhan IPM DIY tercatat sebagai yang paling lambat kedua secara nasional.
Salah satunya disebabkan oleh keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah.
Herum menyebut, biasanya jika IPM sudah menunjukkan posisi yang sudah bagus, untuk tumbuh lebih cepat lagi memang lebih berat.
Terutama bagi DIY yang memiliki anggaran terbatas.
“Sehingga pertumbuhannya tidak secepat provinsi ‘berkembang’ lainnya," ungkapnya.
Dikatakan, IPM adalah indikator yang mencerminkan keberhasilan pembangunan di suatu wilayah.
IPM tidak hanya mengukur pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial, kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.
Menurutnya, posisi IPM mencerminkan gambaran kondisi masyarakatnya.
“IPM tinggi berarti pembangunan manusia lebih baik, karena pembangunan manusia merupakan refleksi dari semua pembangunan,” tandas Herum. (tyo)
Editor : Meitika Candra Lantiva