Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inflasi DIY Mencapai 0,09 Persen Selama April 2024

Gregorius Bramantyo • Sabtu, 4 Mei 2024 | 00:30 WIB
Kepala Badan Pusat Statistik DIY Herum Fajarwati.
Kepala Badan Pusat Statistik DIY Herum Fajarwati.
 
JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat inflasi pada April 2024 mencapai 0,09 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). 
 
Angka inflasi tersebut masih di bawah nasional. 
 
Sementara perkembangan inflasi pada bulan April menurun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
 
Kepala BPS DIY Herum Fajarwati mengatakan, inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,87 persen. Lalu inflasi secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sebesar 0,89 persen. 
 
Baca Juga: Menengok Suasana Ujian Sekolah Luar Biasa di Kulon Progo
 
Ia menyebut, perkembangan inflasi pada bulan April lebih rendah daripada Maret. Yakni, mencapai 0,43 persen.
 
“Begitu juga bulan Februari sebesar 0,39 persen,” katanya, Jumat, (3/5/2024).
 
Jika dilihat dari jumlah pengeluaran, terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang berpengaruh terhadap inflasi.
 
Berdasarkan kelompok pengeluaran inflasi April 2024 secara bulanan didorong oleh kelompok transportasi, yang mengalami inflasi 1,44 persen dengan andil 0,18 persen.
 
“Kemudian kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi 1,12 persen dengan andil 0,07 persen,” ujar Herum.
 
Baca Juga: Keindahan Puncak Suroloyo yang Menawarkan Pemandangan Candi Borobudur dan Empat Gunung
 
Untuk andil inflasi paling tinggi pada bulan April didominasi oleh komoditas atau layanan. 
 
Seperti angkutan antar kota (0,15 persen), bawang merah (0,09 persen), emas dan perhiasan (0,0 persen), dan tomat (0,05 persen). 
 
Sementara komoditas penghambat inflasi yang paling berpengaruh adalah komoditas jenis beras dengan andil deflasi sebesar 0,22 persen.
 
“Sementara untuk komoditas daun bawang, kontrak rumah, nangka muda, kangkung memberikan andil inflasi sebesar 0,01 persen,” jelas Herum.
 
Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,7 persen dengan andil 0,2 persen.
 
Baca Juga: Jumlah ASN Pemkab Sleman yang Ajukan Cuti Besar Makin Banyak, Begini Janji Mereka...
 
Herum menyebut, deflasi terjadi di kelompok ini karena sudah ada panen raya. Sehingga harga beras mulai turun. 
 
"Inflasi April 2024 untuk DIY 0,09 persen, dibandingkan angka nasional inflasi DIY lebih rendah," ucap Herum.
 
Inflasi secara nasional pada April 2024 sebesar 0,25 persen secara mtm
 
Terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,13 pada Maret 2024 menjadi 106,40 pada April 2024.
 
Secara yoy, terjadi inflasi sebesar 3 persen dan terjadi inflasi 1,19 persen secara ytd.
 
Tingkat inflasi di April 2024 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan yang sama pada 2023 lalu. 
 
Baca Juga: Menelisik Sejarah Candi Sambisari yang Dulunya Tersembunyi Tertimbun Tanah Selama Ratusan Tahun
 
Sementara kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah transportasi dengan inflasi 0,93 persen dengan andil 0,12 persen.
 
"Penyumbang utama inflasi dari kelompok transportasi adalah tarif angkutan udara dengan andil inflasi 0,06 persen," jelas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (tyo)
Editor : Meitika Candra Lantiva
#transportasi #angka #BPS DIY #layanan #inflasi #yoy #April 2024 #IHK #komoditas