Terutama setelah pelaksanaan cooling down yang disarankan oleh PT Bursa Efek Indonesia.
Agenda yang dilakukan dalam Public Expose Insidentil merupakan pemaparan mengenai bisnis model dan rencana pengembangan bisnis ke depan.
Pemaparan dilakukan oleh Bapak Edi Nugroho, Direktur Utama PT. Indo Boga Sukses Tbk didampingi oleh Ibu Wahyuni Octarini selaku Sekretaris Perusahaan PT. Indo Boga Sukses Tbk.
Di awal pemaparan, Perseroan menjelaskan proses cooling down yang dilakukan sebagai bentuk upaya perlindungan bagi investor.
Penghentian sementara tersebut terjadi dikarenakan adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS).
Pada tanggal 6 Februari 2024, saham IBOS mencapai harga Rp 775,00.
Proses cooling down telah dilakukan pada tanggal 7 Februari 2024 dan suspensi telah dibuka oleh PT Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Februari 2024.
“Pemegang saham pengendali memiliki komitmen mengembangkan PT. Indo Boga Sukses (IBOS) menjadi perusahaan food and beverage yang terus berinovasi dan berkualitas tinggi hingga diakui di pasar Asia. Kami akan terus melakukan inovasi dengan melayani semua segment, dengan berkolaborasi bersama seluruh pelaku ekosistem industri food and beverage. Kami optimis dapat berpartisipasi aktif dalam menumbuhkan ekonomi digital dan ikut mewarnai perkembangan industri food and beverage nasional,” kata Direktur Utama IBOS, Edi Nugroho.
Dengan rasio total liabilitas terhadap jumlah asset di Juni 2023 sebesar 0,11 kali, IBOS memiliki peningkatan Marjin Laba Bersih sebesar 0,11%.
Pemegang saham pengendali, PT Goldman Investendo Sedaya bersama dengan empat perusahaan lainnya yakni PT Nuansa Kencono Abadi, PT Alqhaisar Sukses Abadi, PT Markasia Investama Proma Indonesia dan PT Kreasi Global Energi, telah melaksanakan haknya sehingga porsi kepemilikan masing-masing tetap sama.
Keempat perusahaan tersebut menjadi pengendali dengan total kepemilikan 76,16% sementara pemegang saham public tercatat sebesar 23,84%.
Edi Nugroho menjelaskan bahwa pada tahun 2024 ini IBOS memiliki rencana strategis dengan melakukan akuisisi terhadap dua perusahaan yakni PT Javaindo Maju Sejahtera dan PT Rote Karaginan Nusantara. Proses due-diligence ini sedang dalam tahap Nota Kesepahaman.
PT Javaindo Maju Sejahtera bergerak dibidang produksi berbagai jenis wafer sejak tahun 2017 dan PT Rote Karaginan Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan dari Nusantara Group yang bergerak dibidang produksi makanan.
Perusahaan bioteknologi yang memiliki spesialisasi dalam produksi turunan rumput laut berkualitas tinggi memiliki pabrik di Desa Tablolong, Kabupaten Kupang.
Kedua perusahaan ini menyasar berbagai market yang ada di domestic dan telah melakukan usaha Export salah satunya ke Argentina.
“Dengan mengakuisisi kedua perusahaan ini, kami berupaya dalam mewujudkan misi kami dalam melakukan inovasi dan pertumbuhan usaha yang konsisten dan berkesinambungan serta mencapai peningkatan pasar yang signifikan dan mendominasi,” paparnya
Editor : Bahana.