JOGJA - Dosen yang juga merupakan ekonom dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Y. Sri Susilo mengatakan, apapun hasil dari pemilu 2024 tidak berdampak langsung pada beberapa sektor krusial di DIY seperti investasi dan ekonomi.
"Misal investasi, di wilayah DIY itu lebih banyak yang bersifat menengah ke bawah investasinya. Jadi, tidak berdampak signifikan," katanya, Minggu (18/2).
Ia mengungkapkan, salah satu faktor yang membuat investasi di DIY tidak berdampak signifikan adalah karena transaksi yang terjadi memang tidak bergantung pada kebijakan pemerintah.
Dikatakannya, beberapa investasi yang berkaitan langsung dengan kebijakan pemerintah seperti hak guna usaha, perizinan, kebijakan pajak, dan lainnya yang kemungkinan akan terdampak.
Namun, hal tersebut juga masih menunggu sampai proses elektoral selesai dan adanya kebijakan baru.
"Itu pun masih menunggu waktu, namun untuk investasi yang sifatnya mikro, kecil, dan menengah itu bisa tetap jalan," sambungnya.
Tak hanya itu, respon yang ditunjukkan segenap capres dan cawapres dalam prosesi quick count sendiri disebutnya juga masih kondusif dan tidak menimbulkan gejolak konflik yang bisa berimplikasi pada perekonomian.
"Sejauh ini tidak ada gangguan berarti dan berdampak pada aktivitas perekonomian, karena respon capres cawapres pada quick count juga smooth dan kondusif," bebernya.
Sri Susilo menyampaikan, untuk wilayah DIY investasi yang sifatnya multinasional juga belum terlalu banyak. Dari pantauannya yang ada saat ini adalah investasi untuk produk bahan baku impor.
Lalu kemudian, keseluruhan hasilnya untuk ekspor produk tekstil seperti yang ada di Bantul dan Sleman.
"Produk tekstil masih jalan terus karena adanya permintaan ekspor. Jadi tidak terdampak signifikan juga pada hasil pemilu," ungkapnya.
Outlook di 2024, Sri Susilo optimistis bahwa secara progresi akan lebih baik dibandingkan 2023 lalu secara keseluruhan.
Keyakinan tersebut datang dari penilaiannya secara umum yang akan ada perbaikan di banyak aspek, mulai dari ekonomi, perbankan hingga properti.
"Secara umum saya kira akan lebih baik dari 2023, ada kecenderungan untuk perbaikan di banyak sektor-sektor penting," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad