SLEMAN - Bisnis properti di Yogyakarta diprediksi terus mengalami pertumbuhan positif. Terlebih pada sektor properti kelas menengah ke bawah atau perumahan yang ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ketua DPD Asosiasi Pengembang Perumahan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) wilayah DIY-Jateng Slamet Santoso mengatakan, properti kelas menengah ke bawah di DIY mengalami pertumbuhan lebih dari 10 persen selama kurun waktu terakhir.
Sementara untuk properti kelas menengah keatas pertumbuhannya sebesar 7 persen.
“Terkait pertumbuhan properti di Jogja yang jelas tumbuh itu menengah ke bawah, karena bisa dijangkau masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Slamet, Selasa (23/1).
Dia mengungkapkan, kalau pertumbuhan properti kelas menengah kebawah selalu dibarengi tingginya permintaan.
Bahkan, pada tahun 2023 kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk 220 ribu MBR bisa habis terserap.
Kemudian memandang tahun 2024 ini, Slamet menyatakan, kuota FLPP yang ditentukan oleh pemerintah diketahui sebanyak 160 MBR.
Dia memprediksi kuota tersebut akan habis pada pertengahan tahun mendatang.
“Karena itu kami berharap pemerintah bisa menambah kuota FLPP,” terang Slamet.
Slamet menyebut, kalau harga properti kelas menengah kebawah di Jogjakarta sangat bervariatif. Lantaran harga rumah selalu ditentukan dari harga tanah dan lokasinya yang strategis.
Adapun pada tahun ini, harga rumah pada kelas tersebut dimulai dari harga Rp 166 juta.
Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023 lalu yang kisarannya dimulai dari harga Rp 162 juta.
“Sementara untuk wilayahnya, kemungkinan bahan baku (tanah) yang tersedia cukup banyak berada di Gunungkidul,” ungkap Slamet.
Sementara itu, Branch Manager Bank BTN Kantor Cabang Yogyakarta Arjuna Putra Kinasih mengungkapkan, pertumbuhan pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dikelola pihaknya mencapai angka 500 unit.
Untuk harga pembeliannya mayoritas pada kisaran Rp 250 juta hingga Rp 500 juta per unit.
Dia menilai, pertumbuhan KPR di Yogyakarta akan selalu meningkat setiap tahunnya.
Sebab, seiring waktu berjalan, akan semakin banyak masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal khususnya rumah pribadi.
“Kami prediksi pembelian rumah tetap diminati,” katanya. (inu)