RADAR JOGJA - Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) kaget melihat geliat pasar tradisional di Jogjakarta. Saat banyak pasar yang sepi karena masifnya penjualan online, kondisi pasar di Jogjakarta masih ramai. Meskipun begitu antisipasi pun dilakukan. Termasuk dengan menggelar pelatihan bagi para pedagang pasar dan UMKM.
Hal itu ditemui langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat Papera Donmuzakir saat mengunjungi Pasar Ngasem Kraton Jogja. Dia menemukan kondisi pasar tradisional yang ramai aktivitas jual beli. Para pedagang dan pembeli pun ramai bertransaksi. "Kondisi ini sama seperti pasar tradisional di Bali, karena juga jadi destinasi wisata," ujar Donmuzakir di sela kunjungan Minggu (24/9).
Tak sekadar berkunjung, bersama pengurus Papera lainnya pun berbelanja berbagai kebutuhan pokok di pasar. Diakhiri dengan sarapan soto. Donmuzakir mengatakan, kedatangannya ke Jogja sekaligus untuk pelantikan pengurus DPC Papera Kota Jogja. Sebelumnya, selama hampir 20 hari terakhir sudah melakukan roadshow ke berbagai daerah. "Alhamdulillah di Jogja ini masih ramai, beda dengan daerah lain yang justru sepi," katanya.
Pria asal Aceh ini pun mengingatkan, meski saat ini masih ramai dikunjungi, para pedagang harus antisipasi. Terutama dengan penjualan online. Dia pun menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo yang sudah melakukan antisipasi dengan peraturan. Tapi perlu diperkuat dengan gerakan masyarakat. Di antaranya dengan membeli produk lokal atau berbelanja di warung-warung terdekat.
Papera yang merupakan sayap Partai Gerindra itu pun siap mengawal dan melanjutkan. Karena itu Papera yang baru didirikan pada 8 Agustus 2022 lalu itu pun giat melakukan pelatihan. Saya ini Papera sudah berdiri di 300 kabupaten dan kota dengan hampir dua juta anggota dari 6.000 pasar tradisional dan UMKM. Pelatihan seperti untuk penjualan online hingga manajemen. "Pak Prabowo ingin memastikan pedagang pasar dan UMKM harus dijamin fasilitasnya, supaya kesejahteraan untuk semua kalangan, tak hanya pengusaha," tegasnya.
Ketua DPC Papera Kota Jogja Aldo Inka Giffari menambahkan, Papera sudah rutin melakukan blusukan ke pasar-pasar tradisional. Tujuannya untuk mengecek langsung di lapangan terkait kondisi riil dan harga-harga. Selain itu juga melakukan sosialisasi terkait keberadaan Warung Juang. Menurut dia Warung Juang yang diinisiasi Partai Gerindra ini memberikan kemudahan permodalan bagi pelaku usaha. Yaitu pinjaman modal tanpa bunga. Mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta. "Harapannya tidak memberatkan pelaku usaha dan membantu meringankan beban masyarakat," ucapnya.
Editor : Heru Pratomo