JOGJA - Tracer study atau penelusuran bagi para alumni, jadi salah satu hal yang relevan dan banyak dilakukan di ragam universitas, tak terkecuali oleh Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).
Wakil Rektor III UTY Dr. Eko Setyo Humanika berujar, melalui bidang Alumni, Karier dan Penelusuran Studi (AKPS), UTY kembali menggelar kegiatan sosialisasi pengisian tracer study untuk 2024.
Ia menekankan, tracer study bukan saja pengisian kuisioner semata, namun banyak aspek krusial yang ingin dicapai dari adanya tracer study. "Tracer study bukan cuma metode atau alat bagi perguruan tinggi untuk mengetahui kondisi dan keberadaan alumni kita saja," katanya, Rabu (6/11).
Disebutkan, melalui tracer study, perguruan tinggi akan memperoleh berbagai masukkan penting dari para alumni, yang nantinya dapat dijadikan sebagai landasan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap pelaksanaan proses pendidikan yang digelar oleh UTY. "Karena itu, partisipan aktif dari alumni sangat penting dan kita butuhkan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Eko menekankan, dengan adanya pelaksanaan tracer study akan rutin untuk dilakukan, demi menjaga dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di UTY.
Ia optimistis, masukkan dan evaluasi yang datang dari tracer study tersebut akan berdampak secara langsung pada kualitas dan kemampuan alumni UTY. Untuk memperoleh pekerjaan yang mereka idam-idamkan. "Pemahaman dari mahasiswa soal tracer study ini juga penting, agar tahu fungsi dan cara-caranya," pesannya.
Selanjutnya, Eko menyampaikan ajakannya pada para mahasiswa agar turut aktif membantu mensosialisasikan pada alumni, terkait pengisian tracer study UTY tahun 2024, ini juga jadi momen bagi mahasiswa belajar dan mengetahui lebih mendalam soal tracer study itu sendiri.
"Untuk diketahui, tracer 2024 sudah dimulai dan proses pengisiannya akan dibuka hingga akhir November 2024 mendatang," ungkapnya.
Salah satu mahasiswi UTY Rifata Wulan menilai tracer study jadi salah satu hal yang penting. Hal tersebut jadi bentuk tanggungjawab kampus bagi para mahasiswanya.
"Ini bagus saya rasa, kampus jadi tahu berapa banyak lulusannya yang terserap kerja, sesuai atau tidak bidangnya," paparnya.
Menurutnya, salah satu hal yang harus benar-benar diperhatikan dalam pelaksanaan tracer study adalah keaktifan dua pihak, yaitu kampus dan alumni. Baginya, keduanya harus bisa bersinergi agar bisa mendapat hasil optimal. "Itu sangat mungkin dijadikan bahan evaluasi kampus, tapi ini harus berlaku dua arah, dari kampus dan alumni juga aktif," tandasnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo