Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mengenal Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia yang Berasal dari Surabaya dan Memecahkan MURI

Bahana. • Senin, 4 Desember 2023 | 22:06 WIB
Risa Santoso, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, yang tercatat sebagai Rektor termuda di Indonesia. (Karen Wibi/Jawa Pos Radar Kediri)
Risa Santoso, Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang, yang tercatat sebagai Rektor termuda di Indonesia. (Karen Wibi/Jawa Pos Radar Kediri)

RADAR JOGJA - Nama lengkapnya adalah Risa Santoso, dan dia adalah rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang yang baru berusia 27 tahun dan merupakan rektor termuda di Indonesia. Minggu (12 Maret), Risa Santoso mengatakan kepada Radar Jogja Kediri, Grup Jawa Pos, bahwa dia tidak menyangka bisa menjadi rektor termuda di Indonesia pada usia 27 tahun. Dia berkata, "Saya tidak menyangka secepat ini." Seperti yang dilaporkan Radar Kediri pada Minggu (3/12), Risa juga menyatakan, "Dia sudah menjadi rektor di usia 27 tahun."


Ria Santoso adalah termuda di Indonesia. Beliaub lahir di Surabaya pada tanggal 27 Oktober 1992, dan pada tahun 2019 dia diangkat menjadi Rektor Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang. Risa Santoso masih menjadi rektor dan berpatisipasi dalam dunia pendidikan kampus.

Kegiatannya banyak terkait dengan pengajaran, seperti berbicara di seminar. Sebelum menjadi rektor termuda di Indonesia, Risa Santoso memulai pendidikan formal di Surabaya, kampung halamannya, mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.


Wanita ini, yang berasal dari Kota Surabaya, melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri setelah lulus SMA. Risa Santoso menerima gelar sarjana ekonomi dari University of California, AS. Risa mengaku sangat tertarik dengan dunia pendidikan, terutama pengajaran, meskipun dia masih berjuang di bidang ekonomi.

Pada waktu itu, Risa memiliki keinginan untuk menjadi seorang guru, baik dosen ataupun guru. Perubahan ini sangat dihargai, karena Risa memiliki kesempatan untuk mengajar teman-teman kuliahnya saat kuliah. Ia menyatakan bahwa hal itu sudah biasa di universitasnya. Setelah Anda menyelesaikan kelas, beri tahu teman kampus Anda yang belum melakukannya.


"Ini menjadi kebiasaan di kampus". Risa menyatakan bahwa mereka yang telah menyelesaikan mata kuliahnya dapat mengajarkan teman-teman mereka yang belum. Risa juga mengatakan dia menjadi semakin tertarik dengan dunia pendidikan selama dia tinggal di kampus.

Risa tidak terganggu oleh ketertarikan itu dan melanjutkan studi masternya di Harvard University School of Education di AS untuk mewujudkan keinginan yang semakin besarnya untuk menjadi seorang guru. Risa Santoso kembali ke Indonesia setelah memperoleh gelar master. Tidak lama setelah itu, ia mendapatkan pekerjaan pertamanya di Indonesia sebagai dokter muda di Kantor Presiden Republik Indonesia.


Tetapi, Risa Santoso menyatakan bahwa meskipun dia sibuk dengan pekerjaanya, dia ingin menekuni cita-citanya sebagai guru. Akibatnya, dia hanya bekerja di kantor Presiden Indonesia selama satu tahun dan ingin menekuni passionnya sebagai guru. "Saya hanya bekerja sekitar satu tahun sebagai staf Presiden dan kemudian saya keluar." Ketika ia memutuskan untuk undur diri, ia berhasil mewujudkan mimpinya untuk menjadi guru dalam satu tahun. Risa sekarang menjadi dosen di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang.

Selain menjadi dosen, Risa juga pernah menjabat sebagai Direktur Pengembangan Kampus dan Presiden Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI). Selama menjadi guru, tujuan Risa adalah untuk menjadikan mahasiswa yang dia bimbing menjadi lebih pintar, yang pada waktu itu adalah mahasiswa di Institut Teknologi dan Bisnis ASIA Malang. Karena dia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk kemajuan negara.


Risa juga menyatakan, "Saya ingin berbagi ilmu yang saya peroleh selama belajar di Amerika." Risa Santoso akhirnya diangkat menjadi Rektor ASIA Malang Institut Teknologi dan Bisnis pada tahun 2019. “Sungguh pengalaman yang luar biasa bagi saya,” kata Risa Santoso tentang pelantikan resminya sebagai rektor termuda di Indonesia, yang baru berusia 27 tahun. Menjadi rektor bukanlah hal yang mudah, apalagi di usia muda. Saat dilantik menjadi rektor, Risa Santoso mengaku banyak mendapat kritik negatif.

Ini malah membuat Risa lebih termotivasi untuk terus berkembang. Risa Santoso telah menorehkan banyak prestasi selama perjalanannya menjadi rektor termuda di Indonesia. Selain itu, dia dan siswa di usianya saling memahami, yang membuat mereka menjadi kombinasi yang positif. (Putri Aprilia Ningsih/ Radar Jogja).

Editor : Aryanda Ahmad
#rektor termuda #MURI #risa santoso #Jogja