Universitas Gadjah Mada bersama dengan Indosat Ooredoo Hutchison dan NVIDIA resmi meluncurkan AI Technology Center di Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, kemarin (13/8)
JOGJA – Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan NVIDIA resmi meluncurkan UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center di Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, kemarin (13/8).
Pusat teknologi ini ditujukan untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan (AI) sekaligus mendorong Indonesia menjadi pencipta inovasi, bukan sekadar pengguna teknologi.
Rektor UGM Ova Emilia mengatakan, UGM telah berkomitmen mengoptimalkan pemanfaatan AI sejak 2023. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui UGM AI Society sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin.
Berbagai riset AI telah dikembangkan UGM. Mulai pemanfaatan AI untuk penanganan pandemi Covid-19, etika AI, dukungan diagnosis tuberkulosis, hingga teknologi pertanian pintar. Sejumlah inovasi juga dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, seperti aplikasi manajemen bencana dan platform analisis serta pengambilan keputusan berbasis data.
“Sinergi ini diharapkan terus melahirkan solusi inovatif di bidang AI serta terobosan teknologi yang bermanfaat bagi Indonesia dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan global,” kata Ova.
Direktur Utama dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pencipta inovasi AI. Menurutnya, tantangan Indonesia bukan kekurangan talenta, melainkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang belum merata.
Investasi pada sumber daya manusia, lanjut dia, penting untuk menghadapi perkembangan AI. Pemanfaatannya juga harus diarahkan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat, termasuk di sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan.
Sementara itu, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA Marc Hamilton menilai Indonesia memiliki modal talenta yang besar. Namun, pengembangan AI membutuhkan infrastruktur komputasi yang memadai.
Dia menyebut lebih dari 500 ribu pengembang perangkat lunak Indonesia terdaftar di GitHub. Karena itu, akses terhadap AI Factory perlu diperluas agar mahasiswa, perguruan tinggi, dan perusahaan dapat mengembangkan teknologi AI secara mandiri.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie menekankan pentingnya kedaulatan data dalam pengembangan AI. Menurutnya, Indonesia harus memastikan data yang digunakan untuk pengembangan teknologi tetap memiliki nilai dan kendali di dalam negeri.
Stella meminta AI Technology Center di UGM memiliki target yang jelas dan berorientasi pada kebutuhan Indonesia. Keberadaannya tidak boleh berhenti pada kegiatan maupun pembuatan prototipe, tetapi harus menghasilkan solusi yang benar-benar memberikan manfaat.
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid mengatakan, UGM dipilih setelah melalui penjajakan dengan sejumlah perguruan tinggi. UGM dinilai memiliki keseriusan, mutu riset, dan inovasi yang kuat.
AI Technology Center tersebut menjadi bagian dari inisiatif Indonesia AI Center of Excellence. Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan perusahaan teknologi diharapkan memperkuat kemampuan AI nasional.
“Keberhasilan harus terlihat dalam pengembangan talenta dan kompetensi, penerapan temuan penelitian, solusi yang dimanfaatkan masyarakat dan industri, serta inovasi dan kekayaan intelektual yang dikembangkan Indonesia,” ujar Meutya.
Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, mengatakan, “Di Indosat, kami percaya bahwa tidak boleh ada satu pun masyarakat Indonesia yang tertinggal di era AI. Melalui UGM Indosat NVAITC, kami menghadirkan teknologi dan keahlian AI global terbaik ke Indonesia, sekaligus memperluas akses bagi ekosistem peneliti, mahasiswa, startup, dan inovator di seluruh pelosok negeri.
Dengan memperkuat kesiapan AI dan memberdayakan talenta lokal, kami berkomitmen untuk mendukung visi pemerintah di bidang AI, serta membantu menempatkan Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi AI, melainkan sebagai bangsa yang menciptakan dan menyumbangkan inovasi AI bagi dunia.”
“Indonesia adalah rumah bagi komunitas peneliti, pengembang, dan inovator luar biasa yang berpotensi membentuk masa depan AI,” kata Marc Hamilton, Vice President of Solutions Architecture and Engineering NVIDIA.
“Mulai dari sektor kesehatan dan pertanian hingga penanggulangan bencana, peluang bagi AI untuk membawa perubahan nyata sangatlah besar. Melalui UGM Indosat NVIDIA AI Technology Center, NVIDIA berkomitmen untuk membekali talenta Indonesia dengan model terbuka dan keahlian terdepan di dunia guna mengubah potensi tersebut menjadi inovasi yang berdampak, baik di tingkat lokal maupun global,” lanjutnya.