JOGJA – Meski baru masuk, mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada (UGM) sudah langsung diterjunkan ke masyarakat. Melalui program action plan sebagai bagian dari PIONIR Gadjah Mada 2026.
"Mereka kami ajak mengenali lingkungan sekitar, berinteraksi dengan Pak RT, Ibu kos, bekerjasama, dan peduli terhadap persoalan sampah agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat mereka tinggal," kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM Arie Sujito, saat mendampingi Rektor UGM Ova Emilia, meninjau pelaksanaan hari kedua di sejumlah fakultas, kemarin (4/8).
Monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian orientasi mahasiswa baru berjalan sesuai tujuan, mulai dari penyampaian materi, kesiapan fasilitator, hingga dukungan fasilitas.
Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Melemah, Dispar Sleman Khawatir Kunjungan Wisatawan Bakal Turun
Pada hari kedua, mahasiswa baru mendapatkan materi mengenai ke-UGM-an, organisasi kemahasiswaan, literasi keuangan, fasilitas kampus, serta penguatan konsep safety, health, environment (SHE) dan green campus.
Menurut Arie, green campus dan action plan, mahasiswa diajak membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengenal kehidupan sosial di sekitar kampus.
Sementara itu Ova mengatakan, pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan PIONIR tingkat universitas sebelum mahasiswa mengikuti orientasi di fakultas maupun sekolah.
Baca Juga: Sebut BPKP Juga Berhak Mengaudit, Polda dan Kejati DIY Siap Hadapi Sidang Praperadilan Reno
Evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya UGM memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang nyaman sejak awal perkuliahan. "Kami melihat bagaimana pelaksanaan di lapangan, apakah ada kendala terkait ruang, materi, fasilitator, maupun fasilitas lain yang diperlukan mahasiswa selama mengikuti PIONIR," ujarnya.
Dia menjelaskan, selama tiga hari pertama mahasiswa mengikuti orientasi tingkat universitas. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan di masing-masing fakultas dan sekolah. Mahasiswa juga akan diterjunkan ke masyarakat melalui sebagai bagian dari proses pembelajaran. "Mereka diterjunkan ke masyarakat di sekitar kampus untuk mengalami proses pembelajaran secara langsung," katanya.
Sementara itu dalam monitoring di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM Wening Udasmoro, turut meninjau pelaksanaan PIONIR bagi mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Menurut Wening, mahasiswa RPL tetap mengikuti seluruh rangkaian PIONIR sebagai mahasiswa baru. Bahkan, sebagian yang telah berprofesi sebagai tenaga kesehatan turut membantu pelaksanaan kegiatan sebagai tim kesehatan.
"Mereka tetap ikut PIONIR sebagai mahasiswa baru. Bahkan ada yang sekaligus bertugas sebagai tim kesehatan karena memang memiliki latar belakang profesi di bidang kesehatan," ujarnya.(aga/pra)
Editor : Heru Pratomo