MAGELANG – Mahasiswa didorong tidak hanya memiliki ide kreatif, tetapi juga mampu mengeksekusi dan mengelola usaha secara berkelanjutan. Hal itu diwujudkan Universitas Tidar (Untidar) melalui Expo dan Kompetisi Kewirausahaan Nasional (EKKN), 10-11 Juni 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk ide bisnis mahasiswa, tetapi juga dirancang sebagai ruang pembelajaran komprehensif yang mengintegrasikan teori dan praktik kewirausahaan.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untidar, Prof Parmin menjelaskan, EKKN disusun secara sistematis untuk membekali peserta dari tahap awal hingga implementasi bisnis.
Baca Juga: Kawasan Ratu Boko Disiapkan Jadi Sirkuit Balap, KONI DIY Harapkan Dukungan Penuh dari Pemprov
"Mulai dari penggalian ide bisnis, penyusunan rencana usaha, hingga strategi pemasaran dan juga pengelolaan keuangan," ujarnya, Rabu (10/6).
Parmin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang sehat. Sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan wirausaha baru.
Rektor Untidar, Prof Suguyarto menyebut, EKKN menjadi satu identitas khas kampus yang mengedepankan semangat kewirausahaan. "Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah ekspresi sekaligus proses edukasi bagi mahasiswa dan dosen," paparnya.
Sugiyarto menambahkan, aspek kolaboratif menjadi ruh utama dalam kewirausahaan modern. Karena itu, melalui EKKN, Untidar mendorong terbentuknya jaringan yang luas, baik dengan perguruan tinggi lain maupun pelaku UMKM di wilayah Magelang dan sekitarnya.
Tak hanya di sektor pendidikan, Untidar juga menjalin kemitraan dengan dunia industri dan lembaga keuangan. Ke depan, dia berharap, EKKN dapat berkembang menjadi program yang lebih besar dan terintegrasi secara nasional, bahkan memiliki karakter khas Magelang.
Dia menilai, potensi tersebut terbuka lebar, mengingat tingginya antusiasme peserta serta dukungan dari berbagai pihak."Harapannya kegiatan ini bisa menjadi bagian dari program nasional seperti KMI, tetapi tetap memiliki corak khas Magelang," sebutnya. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo