Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ciptakan Solusi Ramah Lingkungan, Tim Taper UNY Kembangkan Bioplastik Berbahan Umbi Talas

Fahmi Fahriza • Sabtu, 12 April 2025 | 02:52 WIB

 

UNIK: Tim Taper UNY dengan inovasi bioplastik ramah lingkungan yang dibuat menggunakan bahan baku umbi talas.    
UNIK: Tim Taper UNY dengan inovasi bioplastik ramah lingkungan yang dibuat menggunakan bahan baku umbi talas.   

JOGJA - Tim Taper dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengembangkan bioplastik ramah lingkungan berbahan dasar umbi talas.

Inovasi ini digagas oleh lima mahasiswa dengan tujuan mengurangi ketergantungan terhadap plastik konvensional yang sulit terurai.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Amiruddin Vidya Juniarsyah, Dwi Wahyuni, Rahmat Aziz Al Ghifari, Nining Mila Sari, dan Farel Arva Ardimananindya.

Ketua Tim Taper Amiruddin mengungkapkan, ide pembuatan bioplastik dari umbi talas muncul dari keresahan mereka terhadap banyaknya sampah plastik yang sulit terurai, termasuk di Jogjakarta.

Pemilihan umbi talas sebagai bahan utama didasari pada melimpahnya komoditas tersebut di daerah Gunungkidul serta kandungan nutrisinya yang kaya.

"Di dalamnya ada kandungan seperti senyawa polifenol yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung, vitamin A, dan vitamin E," katanya, kemarin (11/4).

 Baca Juga: Dolar AS Tembus Rp 16.795, Rupiah Tertekan: Eksportir Khawatir Buyer Tak Lagi Lanjutkan Pesanan, BI Bergerak Cepat Intervensi

Amiruddin menjelaskan, produk bioplastik taper ini memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan plastik konvensional.

Selain terbuat dari bahan organik dan mudah terurai dalam waktu kurang dari seminggu, Taper juga fleksibel, mudah dicetak, serta aman digunakan untuk kemasan makanan.

"Karena bioplastik kami ini sifatnya organik dan tidak mengandung bahan kimia berbahaya," ujarnya.

Secara proses pembuatan, ia menerangkan bahwa bioplastik tersebut melibatkan pencampuran pati talas dengan air, minyak, dan sedikit cuka dapur.

Campuran tersebut dipanaskan hingga mendidih, kemudian dicetak dan dikeringkan menggunakan dehydrator.

Dalam praktiknya, tim juga menghadapi tantangan dalam memperkenalkan produk ini ke masyarakat, salah satunya karena masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan plastik konvensional.

"Untuk mengatasi hal itu, kami aktif sosialisasi, edukasi, dan bekerja sama dengan UMKM guna memperluas penerimaan produk," jelasnya.

Ke depan, Amirrudin dan tim optimistis sekaligus berharap bahwa bioplastik dari umbi talas memiliki potensi besar untuk diproduksi secara massal, terutama jika didukung dengan peralatan yang memadai.

Sementara itu, dosen pembimbing tim Taper Fitria Ningrum Sayekti berharap agar inovasi ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan sampah plastik di Indonesia yang sudah mengkhawatirkan.

"Kami juga ingin mendorong generasi muda terus menciptakan inovasi yang ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas," harapnya. (iza/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#bioplastik #universitas negeri yogyakarta #ramah lingkungan #inovasi mahasiswa #Umbi Talas #UNY