SLEMAN - Kepedulian dan kontribusi Universitas Aisyiyah (Unisa) Jogjakarta dalam mendukung program program makan bergizi gratis (MBG) dibuktikan langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Wakil Rektor II Bidang Keuangan, Umum, dan Sumber Daya Unisa Jogjakarta Dr. Yuli Isnaeni mengungkapkan, dalam upaya memberi dukungan secara nyata pada program MBG, Unisa telah menyiapkan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Dapur kami sudah diverifikasi tim BGN, kesiapan SPPG Unisa mencapai 90 persen," terangnya, Selasa (11/3).
Ada sejumlah masukkan yang diberikan dari tim BGN saat melakukan verifikasi lokasi, Unisa sendiri mengaku siap untuk segera menindaklanjuti. Ia memproyeksikan, dapur tersebut bisa segera dijalankan setelah lebaran mendatang. "InsyaAllah siap setelah lebaran. Hal-hal kecil saja perlu diperbaiki, seminggu ini diperbaiki," ujar Yuli.
Secara garis besar, Yuli mengharapkan dengan hadirnya SPPG Unisa Jogjakarta ini, bisa turut serta mendukung program MBG dan memberi manfaat bagi generasi ke depan. Dalam proses uji cobanya, Yuli berujar Unisa telah melakukan pemetaan sekolah-sekolah atau pihak mana saja yang akan diberikan menu makan bergizi gratis.
Baca Juga: Bencana di Gunungkidul, Banjir akibat Drainase Tersumbat hingga Pohon Jati Tumbang
"Sasaran utama TK ABA di wilayah Ngampilan, siswa SD, dan mungkin beberapa siswa SMP," urainya.
Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) BGN Avira Durrotul Rasyida menyampaikan, untuk verifikasi yang dilakukan, pengecekannya mulai dari lokasi dapur, luasan, kelengkapan alat, sanitasi, hingga mobil distribusi, dan wadah makanan.
"Tadi kami lihat materialnya, manpower, kelengkapan dapur, safety dapur seperti apa. Kemungkinan setelah lebaran sudah siap," ungkap Avira
Avira menuturkan, meski Unisa telah memiliki prodi gizi, namun dalam pelaksanaan program MBG nantinya, akan ada ahli gizi untuk memastikan makanan yang disajikan memenuhi gizi yang diperlukan. "Kami nanti sediakan ahli gizi, yang bertugas memilah menu yang baik disesuaikan dengan umur," jelasnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo