Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Targetkan Sistem Pendidikan Inovatif, Universitas Sanata Dharma Jogjakarta Kombinasikan Etika Teknologi dan AI dalam Pembelajaran

Fahmi Fahriza • Senin, 18 November 2024 | 03:55 WIB

 

USD berkolaborasi dengan Pusat Kajian Perguruan Tinggi Indonesia (PKPTI) dalam sebuah konferensi atau diskusi panel
USD berkolaborasi dengan Pusat Kajian Perguruan Tinggi Indonesia (PKPTI) dalam sebuah konferensi atau diskusi panel

JOGJA - Artificial Intelligence (AI) menjadi metode yang mulai banyak diaplikasikan dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan. Termasuk di Universitas Sanata Dharma (USD) Jogjakarta.

Rektor USD Albertus Bagus Laksana berujar, USD berkolaborasi dengan Pusat Kajian Perguruan Tinggi Indonesia (PKPTI) dalam sebuah konferensi atau diskusi panel yang membedah soal kemajuan teknologi informasi dan sistem edukasi bagi semua." Konferensi ini sangat bermakna, karena berguna bagi sistem pendidikan yang lebih layak," katanya, Minggu (17/11/2024).


Beberapa kolaborator yang dihadirkan antara lain adalah, Dr. V. Luluk Prijambodo dan Aloysius Widyawan Louis dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKMWS), serta Prof. The Jin Ai dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) yang menyampaikan gagasannya terkait teknologi informasi (TI) dan pembelajaran bagi semua orang.

SD juga terus mencoba selaras dan relevan dengan berbagai perkembangan teknologi digital yang ada. Termasuk implementasi AI, hingga etika menggunakan teknologi itu sendiri.USD memiliki rencana jangka panjang, yakni keinginan untuk membuat semua orang memiliki kesempatan berkuliah, serta adaptif dan inovatif terhadap pemanfaatan teknologi untuk menunjang pembelajaran."Saya harap ini bisa membakar semangat kita untuk mereformasi pendidikan yang inklusif, dan menggunakan teknologi secara adil dan bermartabat," harapnya.

Prof. Concilianus Laos Mbato menjelaskan, konferensi berskala nasional ini diselenggarakan untuk menjangkau semakin banyak pelaku pendidikan, mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga perguruan tinggi."Agar mereka mendapat layanan pendidikan yang lebih baik, bagi pelaku pendidikan sendiri atau para peserta didik yang mereka ampu," urainya.

Dia menyadari pendidikan kontemporer di mana topik tersebut mencakup pendidikan inklusif, etika teknologi, dan AI dalam pembelajaran. Sangat penting untuk terus digaungkan.Ia juga mengapresiasi USD yang secara ranah gerak telah memiliki komitmen untuk mengembangkan aspek-aspek tersebut."Pembelajaran harus bersifat sensitif pada anak didik, maka ada tema soal culturally responsive teaching dan ada pendidikan inklusif dengan penerapan di dalam kelas," lontarnya.

Concilianus juga berbicara tentang bagaimana pentingnya meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang ada, karena hal tersebut akan meningkatkan pelayanan kerja, proses akreditasi, dan lain sebagainya. "Kami ingin mengajak semua pihak melihat pendidikan jadi sebuah tindakan spiritualitas, konsep pendidikan dan pelayanan pendidikan intelektual sampai emosional, sosial, dan spiritualitas,"jelasnya. (iza/din).

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kebutuhan pendidikan #Pusat Kajian Perguruan Tinggi Indonesia #Universitas Sanata Dharma (USD) #PKPTI #teknologi informasi #Universitas Atma Jaya Yogyakarta #Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya #Jogjakarta #Artificial Intelligence (AI)