JOGJA - Perguruan tinggi swasta (PTS) memiliki dinamika dan tantangan yang nyata. Antara lain seputar akreditasi dan pengawasan, peningkatan kualitas SDM, variasi kuliah dan fasilitas pendidikan, hingga buaya kuliah dan persaingan dengan perguruan tinggi negeri (PTN).
Dalam upaya mengurai ragam dinamika itu, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V menggelar rapat koordinasi pimpinan (Rakorpim) PTS se-DIJ. Mengusung tema Strategi Leapfrogging Berbasis Joint Resources dalam Peningkatan Mutu dan Relevansi PTS.
Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Ari Purbayanto menilai, persaingan dan tantangan jelas dihadapi oleh PTS. Sehingga, sangat penting bagi PTS untuk secepatnya adaptif dan melakukan transformasi pendidikan.
Ari mengungkapkan, transformasi pendidikan tinggi di Indonesia, salah satunya diatur dalam Permendikbudristek No. 53/2023 yang mengatur tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
"Ada beberapa indikator yang perlu dilakukan perguruan tinggi. Termasuk, kompetensi lulusan yang harus jadi acuan dalam menentukan standar proses pendidikan," ujarnya.
Baca Juga: Indutex 2024: Siswa SMK- SMTI Yogyakarta Ciptakan Robot Pengantar Barang
Sementara untuk menciptakan dinamika dan persaingan dalam konteks pendidikan yang ideal, menurut Ari, perubahan jadi langkah strategis yang wajib diambil. "Perguruan tinggi harus adaptif dan melakukan perubahan, meningkatkan kualitas mutu sesuai standar Dikti," lontarnya.
Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah V Setyabudi Indartono menyadari, saat ini perguruan tinggi menghadapi kompetisi tidak saja di tingkat nasional, namun juga global. Secara khusus, PTS sendiri punya tanggung jawab untuk lebih keras bekerja agar mampu meningkatkan daya saing.
"Kita harus mempersiapkan tuntunan perubahan di depan secara bersama-sama," pintanya.
Secara akumulatif, Jogja memiliki ratusan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Menurutnya, keseluruhan perguruan tinggi harus dijaga, agar bisa tetap berjalan sebagaimana mestinya. "Ada kekhawatiran seleksi alam bahwa PTS akan gugur tentu ada, wajar juga khawatir," pesannya.
Sebab, Setyabudi juga mengamati, bahwa ada tren animo calon mahasiswa di PTS yang mengalami penurunan beberapa tahun terakhir. Dia merinci bahwa kurang lebih pada 2024 ini ada 86 PTS di Indonesia yang tidak akan selamat, dan berpotensi gugur. "Namun untungnya dari jumlah itu tidak ada yang dari Jogja. Jogja masih aman," urainya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita