Pemkab Bantul Usulkan MBG Prasmanan Satu Sekolah Dilayani Satu SPPG

Aris Romadhon • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:30 WIB
ANTRE: Siswa SD Muhammadiyah Bantar mengambil makanan MBG sistem prasmanan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
ANTRE: Siswa SD Muhammadiyah Bantar mengambil makanan MBG sistem prasmanan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul mengusulkan uji coba sistem prasmanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan skema satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melayani satu sekolah. Skema ini diharapkan memangkas waktu distribusi makanan sehingga hidangan lebih segar saat dikonsumsi siswa.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengatakan, usulan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Gizi Nasional (BGN). Pembahasan teknis juga telah dilakukan, tetapi pelaksanaannya masih menunggu keputusan kedua lembaga tersebut.

“Kami mengusulkan uji coba prasmanan. Kami harapkan kalau bisa setiap SPPG satu sekolah, baik SD, SMP, dan sebagainya,” ujar Hermawan Jumat (16/10).

Baca Juga: Berkedok Denda Sampah, Oknum Petugas Keamanan Desa Rampas Motor dan iPhone di Krapyak Wetan

Menurut Hermawan, skema prasmanan dipilih setelah Pemkab Bantul berdiskusi dengan sejumlah ahli, terutama dari Dinas Kesehatan. Sistem ini dinilai dapat memperpendek rentang waktu antara makanan selesai dimasak dan dikonsumsi siswa, sekaligus menjaga kesegaran makanan.

“Prasmanan itu mengurangi waktu, memotong waktu dari masak sampai ke konsumsi. Kemudian, makanan juga cenderung lebih segar,” ujarnya.

Di sisi lain, kalangan guru mengingatkan agar perubahan mekanisme pelayanan MBG tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar. Bima Putra, guru honorer SMP asal Imogiri menyambut baik wacana tersebut, tetapi menilai pengaturan waktu distribusi dan penyajian perlu dirancang secara matang.

Baca Juga: Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS Hadir di Jogja Destination Wedding Fair 2026

“Dengan adanya skema baru ini, dapat berjalan lebih baik dan tidak menimbulkan keraguan kepada wali murid karena kasus-kasus yang pernah terjadi,” ujarnya.

Bima berharap penerapan prasmanan tidak membuat siswa kehilangan waktu belajar karena harus menunggu kedatangan makanan atau mengantre saat mengambil hidangan. Menurut dia, keberhasilan skema tersebut tidak hanya ditentukan oleh kesegaran makanan, tetapi juga ketepatan waktu distribusi dan kelancaran pelayanan di sekolah. (cr2/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) prasmanan uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG)