Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

MBG Prasmanan Disorot Dewan, Dinilai Lebih Banyak Kelemahan Dibanding Ompreng

A
Penulis: Anom Bagaskoro❯
ANTRE: Siswa SD Muhammadiyah Bantar mengambil makanan MBG sistem prasmanan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA
ANTRE: Siswa SD Muhammadiyah Bantar mengambil makanan MBG sistem prasmanan - ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA

Advertisement

RADAR JOGJA – Uji coba distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan model prasmanan di Kabupaten Kulon Progo mendapat sorotan DPRD. Skema penyajian makanan yang memungkinkan siswa mengambil sendiri menu MBG itu dinilai memiliki lebih banyak kelemahan dibandingkan sistem ompreng tertutup.

Uji coba MBG prasmanan tersebut berlangsung di SD Muhammadiyah Bantar, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo. Meski makanan dapat disajikan dalam kondisi hangat, DPRD menilai sejumlah persoalan perlu dievaluasi sebelum model tersebut diterapkan secara reguler.

Ketua Komisi 4 DPRD Kulon Progo Edi Priyono mengatakan, dirinya telah menerima informasi mengenai pelaksanaan uji coba MBG prasmanan yang berlangsung selama lima hari terakhir.

Advertisement

"Menurut saya lebih banyak kelemahan dibanding ompreng tertutup," ujar Edi, Minggu (11/10).

Menurutnya, model prasmanan memang memiliki keunggulan dari sisi suhu makanan. Menu yang diterima siswa bisa tetap hangat, berbeda dengan sistem ompreng yang cenderung membuat makanan diterima dalam kondisi dingin.

Advertisement

Namun, dari sisi kepraktisan dan kemampuan melayani penerima dalam jumlah besar, sistem ompreng dinilai lebih unggul. Distribusi menggunakan wadah tertutup dinilai lebih efisien, terutama ketika MBG harus dibagikan kepada ratusan hingga ribuan siswa dalam waktu terbatas.

Edi juga menyoroti mekanisme pengambilan makanan dalam sistem prasmanan. Dalam skema tersebut, siswa mengambil sendiri menu yang tersedia atau sebagian siswa mendapat tugas membagikan makanan kepada teman-temannya.

Proses pemorsian yang dilakukan langsung di sekolah dinilai berpotensi memakan waktu lebih lama. Jika jumlah penerima meningkat, antrean pengambilan makanan dikhawatirkan semakin panjang dan mengurangi waktu belajar siswa.

Saat ini, antrean dalam uji coba tersebut belum terlalu panjang. Namun, kondisi itu dinilai belum cukup menggambarkan tantangan apabila sistem prasmanan diterapkan di sekolah dengan jumlah penerima MBG yang jauh lebih besar.

"Bahkan berpotensi mengganggu pembelajaran, karena waktunya hanya untuk mengambil MBG," ungkapnya.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dinilai Efektif Tekan Sisa Makanan, Uji Coba MBG Prasmanan di DIY Dapat Respons Positif

Dinilai Efektif Tekan Sisa Makanan, Uji Coba MBG Prasmanan di DIY Dapat Respons Positif

BGN DIY menilai uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) sistem prasmanan di Kulon Progo dan Sleman berjalan baik. Perluasan sistem masih menunggu evaluasi dan arahan dari BGN pusat.

Uji Coba MBG Prasmanan di Kulon Progo, Menu Lebih Hangat Tapi Boros Waktu Saat Pemorsian

Uji Coba MBG Prasmanan di Kulon Progo, Menu Lebih Hangat Tapi Boros Waktu Saat Pemorsian

Uji coba makan bergizi gratis (MBG) prasmanan telah dilakukan di SD Muhammadiyah Bantar, Kalurahan Banguncipto, Kapanewon Sentolo, Kulon Progo selama empat hari. Penyajian MBG mendapatkan apresiasi karena makanan...

Jawa Pos Radar Jogja edisi Jumat, 9 Oktober 2026

Jawa Pos Radar Jogja edisi Jumat, 9 Oktober 2026

- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY tidak setuju jika siswa dilibatkan sebagai petugas pemorsian saat pembagian makan bergizi gratis (MBG).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer