BANTUL – Pelaksanaan Pemilihan Lurah (Pilur) serentak 2026 di 30 kalurahan di Kabupaten Bantul berlangsung kondusif. Antusiasme masyarakat juga terlihat dalam proses pemungutan suara yang digelar di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), Minggu (4/10).
Pelaksanaan Pilur tersebut turut dipantau Pemerintah Kabupaten Bantul bersama Pemerintah DIJ. Dari hasil pemantauan di sejumlah TPS, proses pemungutan suara berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan seluruh kandidat beserta pendukungnya agar tetap menjaga suasana demokrasi selama dan setelah proses pemilihan.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Karena itu, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menyerang maupun menjatuhkan.
“Demokrasi itu menuntut kedewasaan. Mesti ada yang menang dan ada yang kalah. Harus lilo legowo, itulah demokrasi,” ujar Abdul saat memantau pemungutan suara di TPS Kalurahan Patalan, Minggu (4/10).
Dia menilai seluruh calon lurah yang mengikuti kontestasi merupakan putra-putri terbaik di masing-masing wilayah. Keberanian mereka untuk maju dinilai sebagai bentuk kepedulian dan keinginan untuk ikut membangun kalurahan.
Baca Juga: Peserta Audax Asal Sleman Tewas, Diduga Alami Rem Blong di Samigaluh
Karena itu, siapa pun yang nantinya terpilih diharapkan mampu menjalankan amanah dengan mengayomi seluruh masyarakat. Kepemimpinan setelah pemilihan tidak boleh hanya berorientasi kepada kelompok maupun pendukung tertentu.
Abdul juga mengingatkan para tim sukses agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh suasana selama proses pemilihan.
“Para timses perlu menyadari jangan saling menjatuhkan, menjelekkan, nanti implikasinya itu panjang. Karena semuanya harus melakukan rekonsiliasi setelah selesainya pilur,” tegasnya.
Selain situasi yang kondusif, Abdul menilai tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilur tahun ini cukup tinggi.
Saat melakukan pemantauan di Patalan sekitar pukul 11.00 WIB, tingkat partisipasi sementara disebut telah mencapai sekitar 75 persen. Angka tersebut masih dapat bertambah karena proses pemungutan suara saat itu belum selesai.
Abdul memperkirakan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilur Bantul 2026 dapat mencapai 80 hingga 85 persen.
Menurutnya, tingginya partisipasi tersebut menunjukkan masyarakat masih memiliki perhatian besar terhadap pemerintahan di tingkat kalurahan.
Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS) DIJ KPH Yudanegara mengatakan pihaknya juga melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan Pilur di 30 kalurahan di Bantul.
“Kalau pantauan kita, ini bisa kita kategorikan kondusif,” kata Yudanegara.
Dia berharap proses Pilur menghasilkan pemimpin terbaik yang mampu membawa kemajuan bagi masing-masing kalurahan.
Yudanegara juga mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat agar tetap menjaga suasana demokratis setelah proses pemungutan dan penghitungan suara selesai. (Cr2)
Editor : Bahana.