Mengenang Jurnalis Bernas yang Gugur, PWI DIY dan Tim Ad Hoc Audiensi dengan Bupati Bantul

Iwa Ikhwanudin • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 07:52 WIB
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menerima audiensi Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional di Kantor Bupati Bantul, Senin (24 Agustus 2026). (Foto: iwa ikhwanudin/Radar Jogja)
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menerima audiensi Tim Adhoc Pengusulan Wartawan Udin sebagai Pahlawan Nasional di Kantor Bupati Bantul, Senin (24 Agustus 2026). (Foto: iwa ikhwanudin/Radar Jogja)

 BANTUL – Ada secercah harapan baru dalam upaya panjang memberikan penghormatan tertinggi kepada Fuad Muhammad Syafruddin, atau yang akrab disapa Udin. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Tim Ad Hoc baru saja melaksanakan audiensi dengan Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, di Kantor Bupati Bantul pada Senin (24/8/2026).

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan langkah strategis untuk mendorong pengusulan Udin, wartawan Harian Bernas yang gugur setelah menjalankan tugas jurnalistiknya, agar mendapat pengakuan negara sebagai Pahlawan Nasional. Turut hadir dalam audiensi tersebut jajaran pengurus PWI DIY, para pemimpin redaksi media di Yogyakarta seperti Kedaulatan Rakyat, Tribun Jogja, dan Radar Jogja, yang menunjukkan besarnya dukungan dari insan pers.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, PWI DIY memaparkan berbagai dokumen sejarah, arsip pemberitaan, dan jejak perjuangan Udin yang dikenal sebagai wartawan pemberani. Tulisan-tulisan kritisnya pada masa itu menjadi bagian penting dari dinamika sosial dan politik di Bantul. Namun, perjalanan Udin harus terhenti ketika ia menjadi salah satu korban dalam catatan kelam perjalanan kebebasan pers Indonesia.

Ketua PWI DIY, Drs. Hudono, menegaskan bahwa perjuangan ini bukan hanya tentang mengenang seorang wartawan, tetapi juga tentang merawat sejarah kebebasan pers dan demokrasi di Indonesia.

Baca Juga: Sempat Dapat Penolakan, BPS DIY Luruskan Isu Desil dan Pajak dalam Sensus Ekonomi

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyambut baik usulan ini. Pemerintah Kabupaten Bantul pun membuka ruang untuk mendukung pengumpulan berbagai dokumen sejarah yang berkaitan dengan perjalanan Udin di Bumi Projotamansari.

Ahmad Subagya, Anggota Dewan Pakar PWI DIY, menyebut peran Bupati Bantul sangat penting sebagai "pintu masuk" bagi Tim Ad Hoc untuk menggali dan melengkapi prasyarat material, termasuk dokumen politik yang tersimpan di Sekretariat DPRD maupun Pemkab Bantul.

PWI DIY juga menyampaikan usulan pemberian nama jalan Fuad Muhammad Syafruddin di Bantul serta memfasilitasi seminar untuk menggali lebih dalam sejarah perjuangannya.

Bagi PWI DIY, dukungan Pemkab Bantul memiliki arti penting karena Bantul adalah bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup dan perjuangan Udin. Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional nantinya bukan hanya menjadi penghormatan bagi keluarga dan insan pers, tetapi juga simbol penting bahwa keberanian memperjuangkan kebenaran dan kebebasan pers adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa. (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Radar Jogja
Udin Bernas pahlawan nasional PWI DIY bupati bantul kebebasan pers