Bantul Kukuhkan Mulyodadi sebagai Kampung Siaga Bencana ke-16, Siapkan 60 Relawan Hadapi Banjir

Aris Romadhon • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:30 WIB
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin saat menghadiri acara pengukuhan KSB di Kalurahan Mulyodadi, Jumat (21/8). (Aris Romadhon/Radar Jogja)
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Agus Zainal Arifin saat menghadiri acara pengukuhan KSB di Kalurahan Mulyodadi, Jumat (21/8). (Aris Romadhon/Radar Jogja)

BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul resmi mengukuhkan Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, sebagai Kampung Siaga Bencana (KSB) ke-16 di Kabupaten Bantul. 

Kepala Seksi Pengelolaan Bantuan Sosial dan Penanganan Korban Bencana Dinas Sosial (Dinsos) Bantul Jazim Ahmadi mengatakan, penetapan Mulyodadi sebagai KSB didasarkan pada hasil pemetaan kawasan penyangga bencana.

“Bentuk penempatan KSB ini berada di daerah penyangga wilayah rawan bencana, bukan tepat di titik rawan yang berisiko mengalami chaos,” ujar Jazim saat ditemui Radar Jogja, Jumat (21/8).

Baca Juga: Masuk Pidana Berat, Polda DIY Nilai Korupsi TKD Condongcatur Bisa Pidana tanpa Sanksi Administratif

Selain hasil pemetaan, penetapan tersebut juga mempertimbangkan potensi bencana hidrometeorologi yang mengancam wilayah Mulyodadi, salah satunya banjir. Kawasan tersebut diketahui kerap terdampak banjir, sementara kesiapan relawan lokal dinilai cukup solid.

Pengukuhan KSB Mulyodadi merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Dinas Sosial DIY, dan Dinas Sosial Kabupaten Bantul. Dalam program tersebut, Kemensos turut menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat.

Baca Juga: M. Kanu Dikaitkan dengan Persiku Kudus, Pieter Huistra Tak Menampik Ada Dinamika Pergerakan Pemain

Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, perlengkapan sandang, peralatan dapur, tenda, beras, hingga perlengkapan untuk balita. 

Ketua KSB Mulyodadi Catur Sunu Sumarjanto menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah. Menurutnya, pengukuhan tersebut menjadi modal penting bagi masyarakat untuk menghadapi potensi bencana secara mandiri dan terstruktur.

Baca Juga: Gugusan Pasir Pantai Baron Gunungkidul Hilang, Bertahan 14 Tahun sebelum Diterjang Gelombang Tinggi

“Apabila terjadi musibah, kami bisa lebih mandiri dan penanganan kita lebih responsif dan lebih cepat,” kata Catur.

Catur mengungkapkan, Kalurahan Mulyodadi memiliki siklus banjir tahunan yang dipicu luapan Sungai Winongo. Sementara itu, banjir dengan skala besar biasanya terjadi secara berulang sekitar tiga tahun sekali.

 

Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, KSB Mulyodadi kini didukung sekitar 60 relawan aktif. Keberadaan para relawan itu merupakan hasil dari kekompakan warga yang telah teruji, termasuk saat menghadapi pandemi Covid-19.

Dengan dukungan relawan serta ketersediaan logistik dari Pemkab Bantul dan Kemensos, KSB Mulyodadi diharapkan mampu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi bencana hidrometeorologi. Upaya tersebut diharapkan dapat meminimalkan risiko dan dampak bencana, khususnya banjir. (cr2)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul kalurahan mulyodadi kabupatrn bantul kampung siaga bencana Bencana