Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Merapi Masih Siaga, 65 Guguran Lava dan 84 Gempa Hybrid Terjadi Sehari, Warga Diminta Waspada

I
Penulis: Iwa Ikhwanudin❯
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.
Guguran Lava Merapi Capai 2 Km, BPPTKG Minta Warga Waspada Awan Panas.

Advertisement

SLEMAN - Gunung paling aktif di Indonesia itu belum benar-benar tidur. Selama 24 jam penuh pada Selasa, 16 September 2026, Gunung Merapi kembali menunjukkan kegelisahannya dengan puluhan kali guguran dan gempa dari dalam perut bumi.

Berdasarkan laporan resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui aplikasi MAGMA-VAR, Merapi yang berdiri gagah di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten itu masih bertahan di Level III atau Siaga.

Sepanjang hari, cuaca di sekitar puncak Merapi terpantau cukup bersahabat. Langit terlihat cerah, berawan, hingga mendung. Angin berhembus pelan ke arah utara, timur, dan barat. Suhu udaranya pun cukup sejuk, berkisar antara 15,7 hingga 27,1 derajat Celcius.

Advertisement

Secara visual, puncak Merapi terlihat jelas meski sesekali tertutup kabut tipis hingga tebal. Dari kawahnya, teramati asap putih tipis yang keluar dengan tekanan lemah, menjulang sekitar 200 meter di atas puncak. Sebuah pemandangan yang terlihat tenang dari jauh, namun menyimpan energi besar di dalamnya.

Kegelisahan Merapi justru terekam jelas dari alat seismograf. Dalam satu hari itu saja, tercatat sebanyak 65 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-43 mm dan durasi hingga 185 detik. Getaran ini menjadi tanda bahwa material lava di puncak masih belum stabil.

Advertisement

Tidak hanya itu, aktivitas magma di kedalaman juga masih sangat intens. Tercatat 84 kali gempa hybrid atau fase banyak, yang mengindikasikan pergerakan magma menuju permukaan. Sinyal ini yang seringkali menjadi pemicu lahirnya awan panas guguran yang berbahaya.

Getaran tektonik jauh juga ikut terekam satu kali. Namun yang paling menyita perhatian adalah visual guguran lava itu sendiri. Petugas pos pengamatan melaporkan melihat tujuh kali guguran lava yang meluncur ke arah barat daya, tepatnya menuju Kali Sat atau Putih dan Kali Krasak.

Jarak luncurnya tidak main-main, mencapai maksimum 2.000 meter. Cahaya pijar dari lava yang merayap di kegelapan malam menjadi pengingat bahwa Merapi masih dalam fase erupsi efusif yang harus terus diwaspadai.

Melihat data tersebut, PVMBG menegaskan bahwa suplai magma dari dalam masih terus berlangsung. Kondisi ini sangat berpotensi memicu awan panas guguran sewaktu-waktu di dalam daerah yang sudah ditetapkan sebagai kawasan potensi bahaya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk benar-benar patuh terhadap rekomendasi. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong hingga 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 kilometer.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Dinas PUPESDM DIY Lakukan Indentifikasi dan Mitigasi di Kawasan Rawan Longsor Perbukitan Menoreh

Dinas PUPESDM DIY Lakukan Indentifikasi dan Mitigasi di Kawasan Rawan Longsor Perbukitan Menoreh

Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY baru saja mengadakan focus group discussion (FGD) tentang standar pelayanan minimal (SPM) lokasi ...

DIY Punya Gunung Merapi dan Sesar Opak, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

DIY Punya Gunung Merapi dan Sesar Opak, Eko Suwanto Desak Pemda Tingkatkan Anggaran Mitigasi Bencana

Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto mendesak Pemda DIY lebih serius mengalokasikan anggaran guna peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Fokus utamanya, memperkuat pelatihan dan simulasi penanganan bencana ...

Terima Surat Kewaspadaan Kemenkes, Dinkes Bantul Siapkan Mitigasi Abu Vulkanik Gununug Anak Krakatau

Terima Surat Kewaspadaan Kemenkes, Dinkes Bantul Siapkan Mitigasi Abu Vulkanik Gununug Anak Krakatau

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul menyiapkan langkah mitigasi menyusul diterimanya surat kewaspadaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI terkait erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9). Meski peluang ...

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer