BANTUL - Jumlah kunjungan wisatawan di pantai barat Bantul meningkat tiga kali lipat. Peningkatan itu terjadi saat akhir pekan setelah adanya penurunan retribusi dari Rp 15 ribu menjadi Rp 5 ribu.
Koordinator pantai barat Bantul Suta Akhir mengatakan, saat akhir pekan pada hari Sabtu (27/6) hingga Minggu (28/6) sebelum adanya kenaikan retribusi, kunjungan wisatawan hanya sampai 1.721. Sedangkan setelah adanya penurunan retribusi di akhir pekan hari Sabtu (4/7) hingga Minggu (5/7) kunjungan mencapai 5.063 orang.
"Puncaknya pas hari Minggu (5/7) jumlah wisatawan 3.472, paling banyak ke Pantai Baru ada 1.419," katanya Minggu (12/7).
Hal ini membawa angin segar bagi para pelaku wisata maupun pedagang di Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo ini. Dia mengatakan, banyak dari mereka yang menyambut baik dengan adanya kebijakan penurunan retribusi yang telah diterapkan oleh Pemkab Bantul.
"Rata-rata wisatawan yang ke pantai barat Bantul berburu kuliner seafood, terutama di Pantai Baru," tuturnya.
Kenaikan jumlah wisatawan ini pun dibarengi dengan libur sekolah. Sehingga libur sekolah juga berdampak meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke pantai barat Bantul.
Baca Juga: Kandang Ayam Terbakar di Padureso Kebumen, Kerugian Capai Rp 750 Juta: Dugaan Awal Karena Ini
Pengujung, kata dia, banyak berasal dari luar DIY maupun dari kabupaten/kota di DIY. Kebanyakan dari mereka masih menggunakan uang tunai untuk membayar retribusi, daripada menggunakan uang nontunai. Sebab, pembayaran menggunakan uang tunai dinilai lebih praktis dan cepat.
"Contohnya hari Sabtu (4/7) wisatawan yang menggunakan uang tunai 1.224, kalau uang nontunai hanya 367 pengujung," katanya.
Hari-hari biasa pun, wisatawan terus bertambah. Saat ini di hari biasa jumlah wisatawan bisa mencapai 400 hingga 600 kunjungan. Sedangkan, sebelum adanya kebijkan kenaikan retribusi, wisatawan hanya menyentuh diangka 100 hingga 200 kunjungan.
Sementara itu, Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Markus Purnomo Adi mengatakan, PAD pariwisata di Bantul dari awal Januari hingga 5 Juli telah mencapai Rp 11 miliar. "Targetnya 28,9 miliar," katanya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita