BANTUL - Empat proyek pembangunan yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Bantul resmi diselesaikan dan mulai dimanfaatkan masyarakat. Berupa Jalan Bangunjiwo-Kasihan, Jembatan Pucunggrowong Imogiri, Balai KB Imogiri, dan padat karya di Bakulan, Jetis.
Pembangunan infrastruktur ini diklaim menjadi salah satu kunci untuk memperlancar mobilitas serta menggerakkan roda perekonomian daerah. "Tentunya dengan meningkatkan insfrastruktur akan menghidupkan roda perekonomian," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat peresmian empat proyek di Kantor Kalurahan Bangunjiwo Rabu (8/7).
Baca Juga: Pemkab Sleman Beri Penghargaan bagi Wajib Pajak, Bentuk Apresiasi Atas Kontribusi Pembangunan
Dengan selesainya peningkatan jalan dan pembangunan jembatan, keterisolasian wilayah dapat dikurangi. Serta arus mobilitas barang dan jasa menjadi lebih lancar.
Sementara proyek padat karya, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik sarana dan prasarana di tingkat kalurahan. Tetapi juga memperkuat semangat gotong royong.
Melalui program tersebut, Pemkab Bantul membuka lapangan kerja bagi warga, menstimulasi ekonomi akar rumput, serta menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap fasilitas publik yang dibangun. "Kita juga melakukan pembangunan sumber daya manusia melalui proyek pembangunan Balai KB," bebernya.
Pembangunan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga. Balai KB memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama melalui pelayanan, edukasi, serta jaminan kesehatan bagi ibu dan anak.
"Dari sinilah kita menyiapkan generasi masa depan Bantul yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul Agus Budiraharja mengatakan, pembangunan Jalan Bangunjiwo-Kasihan didanai APBN sebesar Rp 15,94 miliar. Sementara proyek padat karya di Bakulan Kulon RT 4 berupa pekerjaan cor blok didanai APBD Rp 100 juta dan menyerap 26 tenaga kerja.
Pembangunan Jembatan Pucunggrowong, lanjutnya, menelan APBD sebesar Rp 3,5 miliar. Sedangkan pembangunan Balai KB menghabiskan Rp 329 juta menggunakan anggaran DAK, bantuan operasional KB fisik 2025.
"Peresmian ini adalah wujud nyata kolaborasi yang selama ini dilaksanakan untuk mencapai visi misi yang ditetapkan bersama," katanya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita