BANTUL - Libur sekolah membawa berkah bagi wisata edukasi pelepasan tukik (anak penyu) di Pantai Gua Cemara. Jumlah pengunjung di Konservasi Penyu ini meningkat hingga lebih dari 200 orang per hari.
Anggota Kelompok Konservasi Penyu Pantai Gua Cemara Yatiman mengatakan, pada hari biasa kegiatan pelepasan tukik umumnya hanya diikuti rombongan yang telah melakukan pemesanan pada akhir pekan. Namun saat libur sekolah, didominasi oleh keluarga yang sedang berlibur ke pantai. “Kebanyakan berasal dari luar kota," ujarnya saat ditemui di Konservasi Penyu Pantai Gua Cemara Senin (6/7).
Untuk mengikuti wisata edukasi ini, pengunjung dikenai biaya Rp 35 ribu per orang. Wisatawan akan diajak berkeliling area konservasi untuk melihat proses penetasan telur penyu menggunakan metode penetasan alami dan penetasan dengan mesin. "Kami menjelaskan perbedaan proses penetasan," katanya.
Setelah itu, pengunjung turut melepas tukik ke habitatnya di Pantai Gua Cemara. Pasokan telur penyu, lanjutnya, diperoleh dari hasil patroli rutin yang dilakukan nelayan dan warga pesisir. Telur yang ditemukan kemudian dibawa ke pusat konservasi untuk dierami hingga menetas.
Setiap hari, stok tukik untuk dilepas selalu tersedia. Sebab, telur penyu yang dierami umumnya menetas dalam waktu sekitar 50 hari. Dengan demikian, wisatawan yang datang kapan pun tetap dapat mengikuti kegiatan pelepasan tukik.
Yatiman berharap meningkatnya kunjungan wisata juga diiringi dengan kepedulian terhadap kebersihan pantai. Dia mengimbau wisatawan tidak membuang sampah, terutama plastik, karena dapat membahayakan ekosistem laut dan mengganggu kelestarian penyu. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita