Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sumur Bor Milik Warga Wonodoro Tercemar Limbah SPPG, Air Keruh dan Muncul Hewan karena IPAL Tak Sesuai Standar

Cintia Yuliani • Senin, 6 Juli 2026 | 21:15 WIB
TAMPAK DEPAN: Rumah Pranomo berada di samping SPPG Wonodoro, Mulyodadi, Bambanglipuro. Limbah dari SPPG disebut membuat air sumur tercemar. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
TAMPAK DEPAN: Rumah Pranomo berada di samping SPPG Wonodoro, Mulyodadi, Bambanglipuro. Limbah dari SPPG disebut membuat air sumur tercemar. (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Sumur bor milik warga di Wonodoro RT 07, Mulyodadi, Bambanglipuro diduga tercemar limbah dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonodoro. Akibatnya, air sumur berubah keruh hingga muncul hewan di aliran air.

Pemilik sumur bor Pranomo Singgih, 54, mengaku, pencemaran terjadi sekitar satu bulan setelah SPPG Wonodoro beroperasi Mei. Memasuki Juni, pencemaran air mulai terlihat sehingga air tidak dapat digunakan. Konidisi ini semakin parah sejak awal Juli. "Sudah ada hewan di air yang jalan-jalan, jadi sangat tidak layak untuk dipakai sehari-hari," jelasnya saat ditemui usai audiensi dengan SPPG Wonodoro di Kalurahan Mulyodadi Senin (6/7).

Baca Juga: Korban Laka Laut di Pantai Gua Cemara Ditemukan Meninggal Dunia di Pantai Bugel Sejauh 13 Kilometer dari Lokasi Awal

Maka dari itu, keluarganya tidak lagi menggunakan air dari sumur bor tersebut. Saat ini, kebutuhan air untuk mandi, mencuci pakaian, minum, memasak, dan keperluan lainnya menggunakan PAM. "Dari SPPG ke sumur sekitar 15 meter," katanya.

Pranomo pun menuntut pihak SPPG Wonodoro untuk membuat sumur bor baru, memperbaiki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar limbah tidak lagi meresap ke dalam tanah, serta memberikan kompensasi. "Pihak SPPG setuju tuntutan dari saya," katanya.

Baca Juga: Pedagang Malioboro Jogja Waswas  jelang Penerapan Full Pedestrian; Persulit Akses Wisatawan, Omzet Turun

Sementara itu, Ketua Yayasan SPPG Wonodoro Rian Aldi Iksan mengatakan, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan. Korban juga telah menerima permintaan maaf dari pihak SPPG serta menerima solusi yang ditawarkan. "IPAL sudah kita pasang (sesuai standar, Red) keluarnya sudah tidak mencemari," katanya.

Limbah dari IPAL SPPG, lanjutnya, akan keluar dengan bersih dan dialirkan ke sungai. Proses tersebut telah mengantongi perizinan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul dan pemerintah kalurahan.

Rian mengakui, sebelumnya IPAL di SPPG Wonodoro memang belum memenuhi standar sehingga mencemari sumur. Namun saat ini, IPAL telah dilengkapi sistem filtrasi yang dapat mencegah pencemaran limbah. "Dulu IPAL-nya nggak berstandar, karena dari BGN memang aturan update terus," tuturnya.

Baca Juga: Tujuh Bulan Hilang, Warga Minta Kades Sambeng Dipecat jika Tidak Ancam Geruduk Kantor Bupati Magelang

Sementara itu, Lurah Mulyodadi Ari Sapto Nugroho mengatakan, pihaknya akan terus memantau perkembangan IPAL di SPPG Wonodoro untuk memastikan kondisi air di sekitar lokasi benar-benar pulih dan tidak lagi berdampak pada rumah warga. "Untuk keamanan harapannya ke depan rumah warga tidak ada yang terdampak lagi," harapnya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) #instalasi pengolahan air limbah (IPAL) #wonodoro #limbah #sumur bor