BANTUL - Pemindahan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis dinilai dapat mengurangi kebocoran retribusi. Sebab pos TPR yang baru akan dijaga oleh warga yang berdomisili Kalurahan Parangtritis.
Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul Markus Purnomo Adi meyakini, keterlibatan warga lokal akan meminimalisasi kecurangan wisatawan. Sebab petugas yang merupakan warga setempat tentu lebih mengenali lingkungan sekitar. Sehingga pengunjung tidak akan bisa berbohong dengan alasan ingin mengunjungi teman atau kerabat di area tersebut saat melintasi TPR yang baru. "Mereka pasti tahu karena anak kampung sini (akamsi)," lontarnya.
Sementara pegawai Dispar Bantul yang bertugas TPR Parangtritis lama akan segera ditarik. Mereka akan menerima tugas baru untuk membantu tim kebersihan atau dialihkan ke wilayah barat. "Tapi sebagian besar ditarik di wilayah kantor karena ada bidang yang kekurangan SDM, masih merasa kurang jadi ditambahi dari itu," ungkapnya.
Meski retribusi tak lagi di bawah kendali Dispar Bantul, Markus mengimbau agar seluruh pihak untuk bekerja sama dalam melayani kepada pengunjung. Dia juga menegaskan pentingnya memberikan bukti pembayaran yang sah dan diakui secara hukum. “Bukti pembayaran ini sebagai jaminan asuransi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di destinasi wisata,” pesannya.
Baca Juga: Jadi Sekolah Favorit, Hari Pertama SPMB Dibuka, SDN Percobaan IV Kulon Progo Ramai Pendaftar
Sementara itu, Carik Kalurahan Parangtritis Elyas Suprapta mengatakan, hasil perekrutan petugas TPR yang baru di Parangtritis telah selesai. Sebanyak 28 petugas TPR yang baru telah siap menjaga TPR. "Ada 99 yang daftar sebagai petugas TPR Parangtritis dari 11 padukuhan," ungkapnya. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita