Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dituduh Curi Pancing, Petugas TPR Parangtritis Disabet dengan Celurit

C
Penulis: Cintia Yuliani❯
Kanit Reskrim Polsek Kretek Ipda Kismanto sedang menunjukan rekaman video RW sedang ditangkap di rumahnya. Cintia Yuliani/Radar Jogja
Kanit Reskrim Polsek Kretek Ipda Kismanto sedang menunjukan rekaman video RW sedang ditangkap di rumahnya. Cintia Yuliani/Radar Jogja

Advertisement

BANTUL – Aksi penganiayaan terhadap petugas TPR Parangtritis  Minggu (17/6/2026), diduga dipicu dendam karena pelaku menuduh korban mengambil pancing miliknya yang hilang. Dua pelaku kemudian menyerang petugas dengan celurit saat berjaga hingga menyebabkan korban terluka di bagian bahu dan kaki.

Kanit Reskrim Polsek Kretek Ipda Kismanto mengatakan, peristiwa bermula saat empat orang hendak memancing. Namun, mereka dalam kondisi terpengaruh minuman keras dan obat-obatan terlarang. Saat melintasi TPR Parangtritis, mereka menggunakan dua sepeda motor, dengan salah satu motor ditumpangi tiga orang.

Karena terpengaruh minuman keras dan obat-obatan terlarang, pengendara yang berboncengan tiga tersebut terjatuh di dekat TPR. 

"Kemudian di situ ditolong oleh warga sekitar kejadian dan dibantu oleh penjaga TPR (korban, Red)," katanya saat jumpa pers di Polres Bantul Rabu (10/6/2026).

Korban kecelakaan kemudian dibawa ke klinik. Salah satu korban yang mengalami luka serius selanjutnya dirujuk ke RSUD Panembahan Senopati. Setelah itu, mereka memeriksa barang bawaan dan mendapati salah satu pancing hilang. Keempat orang tersebut kemudian menyimpulkan pancing itu dibawa petugas TPR.

Advertisement

Dugaan tersebut memicu rasa dendam hingga akhirnya dua pelaku RW dan AW melakukan pembacokan menggunakan dua celurit pada malam hari saat petugas TPR Parangtritis bertugas. Pada hari yang sama, sebenarnya tidak hanya terjadi satu kecelakaan di dekat TPR, tetapi juga kecelakaan lain di kawasan Paralayang.

"Saat melakukan aksinya pelaku berteriak dengan kata-kata bajingan sambil mengayunkan celurit,” jelasnya.

Pelaku AW, 26, warga Sewon, mengayunkan celurit dan mengenai bahu serta kaki korban. Sementara itu, RW, 22, yang juga warga Sewon, mengayunkan celurit hingga mengenai kaca meja TPR Parangtritis.

Petugas melakukan pengecekan CCTV dan olah tempat kejadian perkara (TKP) di sepanjang Jalan Parangtritis. Setelah mengantongi identitas pelaku, polisi melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Penyelidikan tidak hanya dilakukan oleh Polsek Kretek, tetapi juga melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Jatanras Polda DIJ, Opsnal Polres Bantul, dan Unit Reskrim Polsek Kretek karena kasus tersebut sempat viral.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Ada Efisiensi Besar-besaran, Disdukcapil Bantul Fokus Memaksimalkan Tiga Layanan Adminduk

Ada Efisiensi Besar-besaran, Disdukcapil Bantul Fokus Memaksimalkan Tiga Layanan Adminduk

Keterbatasan bukan penghalang bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bantul. Di tengah efisiensi anggaran, disdukcapil tetap maksimal memberikan layanan administrasi kependudukan (adminduk).

DLH Bantul Klaim 95 Persen Sampah Telah Dipilah sesuai Jadwal Pengangkutan

DLH Bantul Klaim 95 Persen Sampah Telah Dipilah sesuai Jadwal Pengangkutan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul telah menjadwalkan pemisahan pengangkutan sampah organik dan anorganik sejak satu bulan lalu. Hasilnya diklaim sebanyak 95 persen sampah telah dipilah sesuai pengangkutan.

Biaya Operasional CUkup Besar, Dua Bus Sekolah di Bantul Baru Akan Beroperasi 2027

Biaya Operasional CUkup Besar, Dua Bus Sekolah di Bantul Baru Akan Beroperasi 2027

Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul rencananya akan mengoperasikan dua bus sekolah hasil hibah dari Kementerian Perhubungan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 2027.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer