Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hindari Pencemaran Lingkungan, DKPP Bantul Sarankan Pengurus Masjid Buat Jugangan untuk Limbah Hewan Kurban

Cintia Yuliani • Senin, 11 Mei 2026 | 20:32 WIB
TINJAUAN: Wakil Bupati Bantul sedang meninjau peternakan hewan kurban yang ada di Sriharjo, Imogiri. Cintia Yuliani/Radar Jogja
TINJAUAN: Wakil Bupati Bantul sedang meninjau peternakan hewan kurban yang ada di Sriharjo, Imogiri. Cintia Yuliani/Radar Jogja

BANTUL – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mendorong pengurus masjid membuat jugangan sebagai tempat limbah pemotongan hewan kurban pada pelaksanaan Idul Adha tahun ini.

Hal ini untuk mencegah pembuangan sembarangan terhadap limbah darah dan jeroan yang berpotensi mencemari lingkungan serta menimbulkan bau tidak sedap dan sumber penyakit.

"Jugangan yang telah dibuat diimbau untuk ditutup jika limbah pemotongan hewan kurban selesai dilakukan," kata Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, Senin (11/5/2026). 

Baca Juga: Imbas Pencemaran IPAL, SPPG Trimurti Ditutup Sementara, Langkah Serupa Turut Dilakukan di Empat Lokasi Bantul

Instansi ini juga menyiapkan tim terdiri dari 30 dokter hewan, 50 mahasiswa, dan 70 petugas untuk membantu dalam proses penyembelihan hewan kurban. "Mereka memantau proses penyembelihan dan mengawasi ada tidaknya cacing hati di hewan kurban," ujarnya. 

Jika ditemukan cacing hati pada hewan kurban, maka dianjurkan untuk tidak dikonsumsi. Ia menjamin petugas yang akan diterjukan sudah memiliki pengalaman yang cukup.

Jadi, jika memang ditemukan cacing hati pada hewan kurban, bagian yang terkena cacing hati dibuang dan yang tidak terkena cacing hati masih bisa dikonsumsi. 

"Jadi enggak semuanya dibuang, dan yang penting masyarakat memasak daging kurban dengan benar," jelasnya. 

Baca Juga: Dipicu Provokasi, Polisi Tangkap Sembilan Pelaku Pengeroyokan di Magelang yang Tewaskan Remaja

Tak kalah pentingnya, pembersihan jeroan hewan kurban juga disarankan tidak dilakukan di sungai, untuk menghindari pencemaran lingkungan. "Pembersihan bisa dilakukan dengan air keran yang mengalir," sarannya. 

Adapun jumlah titik penyembelihan hewan kurban di Bantul tahun ini diperkirakan mencapai 2.000-an titik. Data itu tak jauh berbeda dari momen tahun sebelumnya yang mencapai 2.150 tempat penyembelihan hewan kurban.

Selain itu, pihaknya juga memberikan saran kepada masyarakat untuk menggunakan daun pisang, jati, besek, atau wadah yang ramah lingkungan lainnya. Tujuannya untuk mengurangi sampah plastik.

Baca Juga: Pencabulan Terbongkar setelah Korban Melawan, Pria 50 Tahun di Magelang Tega Cabuli Keponakan sejak TK

Namun, jika terpaksa seandainya tidak ada wadah yang ramah lingkungan, DKPP Bantul memperbolehkan menggunakan plastik. 

"Tapi jangan plastik hitam, karena plastik yang bersih kan plastik yang berwarna jernih," terangnya. 

Pihaknya juga akan membuat surat edaran terkait dengan peraturan dan pembagian hewan kurban dengan wadah ramah lingkungan kepada masing-masing pengurus masjid dan petugas penyembelihan hewan kurban.

"Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kami juga akan membuat surat edaran terkait pemotongan hewan kurban," tambahnya. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#limbah hewan kurban #DKPP Bantul #Pencemaran Lingkungan #idul adha #Jugangan