BANTUL - Banyak tokoh dari partai lain yang bergabung ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kondisi ini dinilai menjadi angin segar menjelang persiapan Pemilu 2029.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DIY H.M. Yazid mengatakan, di Sleman ada deklarasi dari tokoh-tokoh partai lain untuk gabung ke PPP. Mereka melakukannnya tanpa paksaan, tanpa iming-iming, dan tekanan dari siapa pun. "Padahal pada periode lalu menjadi anggota DPRD dari partai lain,” ungkapnya saat ditemui di Joglo Yoso Palbapang Minggu (26/4).
Baca Juga: Mayoritas Lansia, 354 Calon Jemaah Haji Gunungkidul Diminta Jaga Kebugaran
Selain Sleman, fenomena serupa juga terjadi di Bantul dan Gunungkidul. Menurutnya, ada beberapa tokoh yang menyatakan keinginan bergabung untuk memperkuat PPP. Ia mencontohkan, Sadar Narima yang sebelumnya berasal dari PAN kini bergabung ke PPP dan diberi posisi strategis di kepengurusan DPW. “Kami beri posisi menjadi salah satu ketua organisasi, kaderisasi, dan keanggotaan (OKK). Karena OKK ada tiga, salah satu ketua OKK-nya adalah Mas Sadar Narima,” jelasnya.
Yazid menegaskan, masuknya tokoh baru menjadi tambahan kekuatan tanpa meninggalkan kader lama yang telah berjuang di partai. “Jelas angin segar, darah segar bagi kami tanpa meninggalkan kader-kader atau tokoh-tokoh yang terdahulu,” katanya.
Baca Juga: Persipura Rebut Puncak Klasemen dari PSS Sleman Setelah Bantai Persipal Palu
Sementara itu, Ketua OKK PPP DIY Sadar Narima yang sebelumnya berada di PAN memilih bergabung ke PPP. Ia menilai PPP merupakan partai yang memiliki loyalitas kader kuat dan tetap eksis hingga saat ini. “Banyak partai yang ada, tetapi PPP sebagai partai Islam induknya tetap eksis dan tetap ada,” ujarnya.
Menurut dia, kebersamaan menjadi modal penting untuk memperkuat partai ke depan. Ia berharap kehadiran kader-kader baru dapat menambah kekuatan PPP, terutama menjelang Pemilu Legislatif 2029. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita