Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebanyak 60 KK di RT 39 Busuran, Bantul Manfaatkan Biopori untuk Kelola Sampah Organik sejak 2024

Cintia Yuliani • Minggu, 29 Maret 2026 | 19:45 WIB
KURANGI SAMPAH: Salah satu lubang biopori yang dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos di halaman rumah Dukuh Busuran Minggu (29/3). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)
KURANGI SAMPAH: Salah satu lubang biopori yang dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos di halaman rumah Dukuh Busuran Minggu (29/3). (Cintia Yuliani/Radar Jogja)

BANTUL - Warga Padukuhan Busuran RT 39, Kalurahan Donotirto, Kapanewon Kretek berinisiatif membuat biopori di halaman rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mengurangi pembakaran sampah sekaligus menekan jumlah sampah rumah tangga. 

Dukuh Busuran Anas Martanta mengatakan, lubang biopori telah dibuat di seluruh halaman rumah warga RT 39 bahkan sebelum adanya surat edaran (SE) dari bupati Bantul. "Awalnya 2024 sudah ada 10 rumah yang buat, lalu disusul 60 kepala keluarga sudah punya biopori," katanya saat ditemui di rumahnya Minggu (29/3).

Baca Juga: Papan Tengah Belum Jaminan Aman, PSIM Jogja Masih Dibayangi Risiko di Sisa Delapan Laga

Lubang biopori tersebut memiliki kedalaman satu meter dan diameter 25 centimeter, dengan material semen. Pembuatan biopori ini didanai dari kas RT.

"Awalnya ada mahasiswa KKN dari UAD sosialisasi biopori di RT ini, lalu mereka memberikan satu alat untuk membuat biopori," tuturnya.

Baca Juga: Wah, Longsor Susulan di Tanjakan Clongop Terjadi Tiga Kali dalam Sepekan: Didominasi Tanah Tua

Dari situ, RT 39 menambah alat pembuat biopori hingga menjadi dua unit. Program biopori ini pun menjadi program unggulan di RT 39. "Karena memang setiap RT masing-masing mempunyai program unggulan," katanya.

Setelah berjalan kurang lebih dua tahun, warga RT 39 mulai memanfaatkan sampah organik rumah tangga dengan memasukkannya ke dalam lubang biopori untuk dijadikan pupuk kompos.

Baca Juga: DIY Mengundurkan Diri untuk Menjadi Tuan Rumah PON XXIII 2032, Ini Alasannya

Hal ini juga dilakukan oleh Dukuh Busuran yang memiliki enam lubang biopori serta berbagai tanaman buah di halaman rumahnya. Jika sebelumnya ia aktif menggunakan pupuk kimia, kini ia beralih menggunakan pupuk alami yang berasal dari sampah rumah tangga yang dimasukkan ke dalam biopori.

Sementara itu, salah satu warga RT 39 Padukuhan Busuran Badri Saronto mengatakan, program ini dapat menjadi sarana edukasi bagi warga dalam mengelola sampah rumah tangga. "Ya setidaknya bisa berkontribusi mengurangi beban pemerintah," katanya. (cin/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#busuran #kalurahan donotirto #Kapanewon Kretek #sampah organik #biopori #Bantul