BANTUL - Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul mencatat stok darah menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) mengalami penurunan. Stok aman di Bantul berada pada kisaran 40 kantong per golongan darah. Namun, menjelang Nataru, rata-rata stok harian tercatat kurang dari 40 kantong per golongan darah.
Staf IT dan Sistem Informasi Manajemen Donor Darah PMI Bantul Khoirudin mengatakan, memang menjelang Nataru setiap tahunnya stok darah menurun.
“Biasanya di bulan Nataru dan bulan seperti ini ada sedikit penurunan, mungkin banyak yang liburan.” jelasnya Selasa (16/12).
Baca Juga: Sembilan ASN Ikut Seleksi Calon Sekda, Bupati dan Wabup Purworejo Pastikan Tak Cawe-Cawe
Namun, pihaknya tetap mencari solusi agar stok darah tidak terlalu menipis, atau bahkan sampai habis pada saat akhir tahun. Langkah antisipasi yang dilakukan dengan cara memberikan suvenir untuk masyarakat yang mendonorkan darahnya. Tujuannya agar mereka lebih tertarik menjadi pendonor.
“Karena biasanya bulan-bulan sebelumnya kami tidak ada, cuman pas menjelang nataru kita memberikan suvenir tambahan, harapannya bisa meningkat lagi jumlah pendonor,” katanya.
Selain itu, pihaknya tetap menggalakkan mobile unit di luar gedung, broadcast para pendonor dan komunitas relawan pandonor untuk meningkatkan jumlah pendonor.
“Jika masih kurang kita lakukan droping PMI setempat untuk menghindari kekurangan,” katanya.
Peningkatan permintaan donor darah saat nataru, kata dia, pun meningkat. Hal tersebut dipengaruhi karena mobilitas saat nataru tinggi yang mengakibatkan angka kecelakaan cukup tinggi.
PMI Bantul juga akan mengerahkan 15 personel saat malam natal yang akan ditempatkan di posko PMI Bantul, Gereja Klodran, dan Gereja Gunung Sempu. Sedangkan saat tahun baru pihaknya akan menerjunkan 10 personel di posko PMI Bantul dan Polsek Kretek secara mobile.
“Tanggal 31 Desember sampai 1 Januari 2026 siang, itu kita mobiling dengan Polsek Kretek,” katanya.
Baca Juga: Ide Dan Gagasan Akan Ditawarkan ke Presiden Dari Hasil Diskusi Nasional Membedah Danantara
Polsek Kretek dipilih karena menjadi satu-satunya polsek yang tidak memiliki pos pengamanan. Selain itu, angka kecelakaan di wilayah tersebut tergolong tinggi, karena berada dekat dengan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).
“Nanti jika ada telepon emergency kita bisa menangani langsung,” jelasnya.
Sementera itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bantul Singgih Riyadi mengatakan, akan mendirikan tiga posko saat nataru yang digabungkan dengan posko kepolisian. Berada di simpang empat Druwo, pertigaan Piyungan Jalan Wonosari, dan sebelah timur Jembatan Kabanaran bersama Dishub DIY.
“Kemudian untuk personel lain kami tempatkan secara mobile di titik-titik yang sekiranya dapat menimbulkan kemacetan dan kerawanan, dibeberapa simpul sudah kita petakan,” sebutnya. (cin)
Editor : Sevtia Eka Novarita