Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pokdarwis Kuwaru Bakal Kembangkan Pantai Tanggul Tirto untuk Dongkrak Ekonomi Warga, Ini Yang Akan Disiapkan..

Cintia Yuliani • Jumat, 14 November 2025 | 04:30 WIB

 

MENIKMATI: Wisatawan sedang menikmati Pantai Tanggul Tirto Kamis (13/11/2025).
MENIKMATI: Wisatawan sedang menikmati Pantai Tanggul Tirto Kamis (13/11/2025).

BANTUL - Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Padukuhan Kuwaru terus berupaya mengembangkan destinasi wisata di wilayahnya.

Salah satunya Pantai Tanggul Tirto yang kini telah menjadi salah satu tujuan wisata favorit warga terutama saat sore hari.

Ketua Pokdarwis sekaligus pengelola wisata Pantai Tanggul Tirto Widiyanto, 43, mengatakan,  kawasan pantai yang terletak di Padukuhan Kuwaru, Kalurahan Poncosari, Kapanewon Srandakan dulunya berawal dari lahan semak belukar pada 2017 silam. Pengembangan kawasan ini akan dilakukan secara bertahap.

“Nanti pembangunan ke barat, sebelah tanel pembuatan garam, tapi kami masih terbentur biaya, jadi pelan-pelan,” ungkapnya saat ditemui di Pantai Tanggul Tirto Kamis (13/11/2025).

Dia menjelaskan, ke depannya akan berencana menambah fasilitas berupa pendopo dan kolam renang untuk menambah daya tarik wisatawan.

Namun, sebelumnya, perbaikan telah dilakukan yakni pada fasilitas dasar seperti kamar mandi dan musala. Pihaknya juga telah mengaspal akses jalan menuju pantai.

 Baca Juga: Produksi Garam Pansela Bantul Butuh Waktu Dua Bulan, Lebih Lama dibanding Daerah Lain: Kadar Garam Rendah, Ini Penyebabnya..

Menurutnya, Pantai Tanggul Tirto menawarkan suasana yang teduh dengan pemandangan matahari terbenam yang indah.

Tak heran jika banyak anak muda datang pada sore hari untuk sekadar menikmati kopi dan gorengan di tepi pantai. “Tempat duduk juga kami sediakan gratis,” ujarnya.

Dari sisi kunjungan, pantai ini cukup ramai pada akhir pekan. Dalam kondisi cuaca cerah, pengunjung bisa mencapai 600 sampai 700 orang per hari.

Tarif parkir juga masih terjangkau, yakni Rp 5 ribu untuk motor dan Rp 10 ribu untuk mobil.

Meski begitu, retribusi tetap dikelola pemerintah daerah, sementara pengelolaan fasilitas wisata dilakukan secara swadaya oleh kelompok dan warga sekitar. 

“Tempat duduk dan fasilitas kecil lain kami bangun gotong royong, pakai dana swadaya kelompok sama dusun,” tambahnya. 

 Baca Juga: PSS Sleman Curi Kemenangan di Kandang Persiba, Asa Promosi ke Super League Tetap Terjaga

Saat ini terdapat sekitar 17 warung yang beroperasi di kawasan pantai. Panjang garis Pantai Tanggul Tirto mencapai lebih dari satu kilometer.

Meski sempat terhenti saat pandemi Covid-19, pengembangan kembali digalakkan dalam dua tahun terakhir.

Nama Tanggul Tirto sendiri berasal dari kondisi geografis pantai yang memiliki gundukan menyerupai tanggul.

 “Kalau Pantai Tanggul Tirto itu kan tanggul untuk penghalang, tirto itu air. Jadi waktu musyawarah warga, disepakati pakai nama itu,” jelasnya.

Pantai ini juga sempat mengalami abrasi sehingga beberapa spot di bibir pantai kini menyusut hingga sekitar 50 meter dari sebelumnya 100 meter.

Meski demikian, semangat pengelola dan warga untuk menghidupkan wisata tetap tinggi.

“Rencananya kami ingin menjadikan pantai ini lebih panjang dan lengkap. Tapi semua bertahap, disesuaikan kemampuan,” tuturnya seraya menyebut panjang pantai saat ini satu kilometer. (cin/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#pengembangan #Pantai Tanggul Tirto #pokdarwis #tujuan wisata