BANTUL - Dua pemuda nekat mencuri sepeda motor yang terparkir di tepi jalan di Padukuhan Tekik RT 1, Temuwuh, Dlingo. Namun aksi mereka gagal karena jatuh ke jurang sedalam dua meter.
Kapolsek Dlingo Iptu Yuwana menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (1/11) sekitar pukul 04.30. Dua saksi, Dimas Putra Timur dan Dicky Dermawan saat sedang menongkrong, melihat dua pemuda mencurigakan yakni tersangka Afrizal Kurniawan (AK), 18, dan Muhammad Ifran Nur Cahyo (MIN), 22, sedang menyetep motor dengan mengenakan jilbab. Pelat motor juga ditutup dengan kain.
Baca Juga: Jemaah Umrah asal Magelang Hilang di Makkah, Sempat Terekam CCTV Hotel Balik dengan Pakaian Terbalik
“Karena kedua saksi merasa curiga, mereka mengejar. Lalu pelaku menambah laju kecepatan sehingga masuk ke dalam jurang. Kondisi jalan berkabut,” bebernya di Polres Bantul Rabu (12/11).
Usai kejadian, MIN berhasil diamankan warga. Sementara AK sempat melarikan diri dan bersembunyi di bawah tumpukan kayu milik warga di dekat lokasi motor yang terjatuh.
Akibat kejadian tersebut, pelaku terjerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan dalam Pasal 363 KUHP. “Dengan ancaman hukuman selama-lamanya sembilan tahun penjara,” tegasnya.
Baca Juga: Hasil Kendal Tornado FC vs PS Barito Putera, Laskar Antasari Ambil Alih Capolista Grup Timur
Dari hasil penyelidikan, keduanya ternyata juga telah melakukan aksi serupa sebelumnya di wilayah Piyungan. Mereka berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor Scoopy.
Dua pelaku diketahui melakukan aksi dalam keadaan mabuk setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, MIN disebut sudah kecanduan slot selama satu tahun terakhir.
Sementara itu, AK mengaku ide pencurian berasal darinya. “Itu karena parkir di pinggir jalan, nggak ada pagar jadi spontan,” katanya.
Ia juga menjelaskan, penutup pelat nomor dilakukan bukan karena niat mencuri. Melainkan karena spontanitas di jalan.
Sementara terkait penggunaan jilbab, dilakukan karena kedinginan. “Pakai kerudung karena nggak ada jaket, nggak pake helm, karena kedinginan. Jadi pakai kerudung, bukan untuk mengelabui,” jelasnya.
Saat kejadian, motor Honda PCX tersebut didorong lantaran sistem kuncinya menggunakan remote. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita