AHY menyebut, jembatan yang membentang di kawasan pesisir selatan Bantul itu memiliki nilai strategis karena menghubungkan wilayah-wilayah di jalur selatan Jawa.
Pembangunan dimulai sejak November 2023 dan kini telah rampung.
Ia juga menyampaikan hasil peninjauan akan segera dilaporkan kepada Presiden.
“Nanti tentunya setelah ini kami akan laporkan kepada Pak Presiden mudah-mudahan ada waktu yang tidak terlalu jauh dari saat ini untuk bisa di resmikan.” jelasnya saat ditemui di Jembatan Pandansimo saat peninjauan Kamis (9/10).
Panjang keseluruhan jembatan mencapai 2,3 kilometer dengan jembatan utama sepanjang 675 meter.
Proyek ini menelan anggaran sekitar Rp 863 miliar. Menurut AHY, keberadaan jembatan Pandansimo akan memperlancar konektivitas antarwilayah serta menekan biaya logistik.
“Dengan jembatan yang bukan hanya megah tapi indah ini, kami berharap mobilitas masyarakat, barang, dan jasa semakin efisien," katanya.
Lanjutnya waktu tempuh juga diharapkan berkurang, biaya produksi menurun, serta ekonomi masyarakat meningkat.
Ia menambahkan, jembatan ini juga dirancang dengan nuansa khas Yogyakarta.
“Gapuranya berbentuk gunungan, ada simbol keris dan motif batik nitik khas Jogja. Desainnya sekaligus menjadi ikon baru dan daya tarik wisata karena langsung menghadap laut lepas,” terangnya.
Selain menjadi akses transportasi, jembatan Pandansimo juga dilengkapi area jalur pedestrian selebar 24 meter yang bisa digunakan masyarakat untuk menikmati pemandangan pantai.
“Mudah-mudahan bisa digunakan dengan baik oleh seluruh masyarakat dan menarik minat wisatawan maupun investor,” tutur AHY.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelesaian proyek tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ngarso Dalem, Bupati Bantul, dan teman-teman dari Kementerian PUPR serta Adhi Karya yang mengawal pembangunan ini dari awal sampai selesai,” ujarnya.
AHY menegaskan pihaknya akan terus memastikan proyek-proyek strategis di jalur selatan berjalan optimal.
“Kami akan terus turun ke lapangan untuk memastikan pembangunan fisik ini benar-benar dalam satu bagian dalam upaya kita untuk menghubungkan wilayah dan mengurangi ketimpangan,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menyebut jembatan Pandansimo memiliki daya tarik tersendiri.
“Saya kira eksotis. Harapan saya, orang melihat jembatan ini tidak sekadar tempat lewat, tapi juga bisa menikmati keindahannya,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan memperpendek akses menuju kawasan Pantai Parangtritis.
“Kalau dulu orang ke Parangtritis harus memutar, kini bisa langsung masuk kawasan pantai,” ujarnya.
Ia juga menilai kawasan ini berpotensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat wisata bahari baru.
"Harapannya orang-orang asing yang ada di Bali karena arah angin berubah di Bulan Juli sampai Desember, sehingga tidak bisa mereka melakukan aktivitas parasailing itu di Bali, bisa pindah ke sini untuk melanjutkan dari Juli sampai akhir tahun," harapnya. (cin)
Editor : Bahana.