BANTUL– Menteri Sosial Saifullah Yusuf menargetkan 65 Sekolah Rakyat (SR) baru bisa beroperasi pada bulan ini. Rencananya, puluhan SR baru itu tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.
”Rata. Ini semua rata. Mulai Aceh sampai Papua ada,” jelas Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul, kemarin (9/9).
Hingga sekarang, Gus Ipul menyebut, ada sekitar 100 titik SR yang sudah beroperasi. Meski, pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai sarana prasarana, kebutuhan wali asuh dan asrama, hingga petugas keamanan.
Kendati begitu, bekas wakil gubernur Jawa Timur ini meyakini, berbagai persoalan itu akan bisa dipenuhi secara bertahap. Caranya, melalui koordinasi dengan berbagai pihak.
Evaluasi yang paling mendalam, kata Gus Ipul, terkait dinamika murid yang mayoritas berasal dari keluarga kurang mampu. Pemenuhan gizi, olahraga, pembiasaan disiplin, dan tertib menjadi fokus utama. Untungnya, TNI-Polri turut membantu penguatan kedisiplinan. Pembiasaan gotong royong juga terus dilatih di lingkungan sekolah berasrama.
Pada awal pelaksanaan SR, Gus Ipul tak menampik ada beberapa siswa yang tidak betah tinggal di asrama. Namun, kondisi itu berangsur membaik.
“Sebagian besar sudah bisa mengikuti kegiatan dan pembelajaran dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SRMA 19 Bantul Agus Ristanto menyampaikan, kondisi murid kini lebih stabil setelah hampir dua bulan menjadi murid di SRMA 19 Bantul. Perubahan perilaku juga mulai tampak.
“Mereka sudah mulai memosisikan sesuai dengan porsi mereka, siapa mereka dan apa mereka di sini dan harus bagaimana,” ucapnya.
SEKOLABaca Juga: Dua Siswa dan Satu Guru Sekolah Rakyat Sonosewu Mengundurkan Diri, Alasannya Bikin Kaget
Ia menambahkan, aspek karakter dan adab lebih diutamakan ketimbang sekadar akademik. Sebab, prestasi akademik bisa dikejar. Tapi budi pekerti berkaitan dengan watak yang susah untuk diubah.
“Kami menilai baiknya dari adab, dari ketemu, dari masuk ruang dan meninggalkan ruang," tuturnya. (cin/zam)