BANTUL - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Panggungharjo, Sewon memilih memanfaatkan potensi lokal yang sudah ada. Hal ini dinilai lebih menjanjikan ketimbang membuka gerai sembako yang perlu suntikan modal.
Sekretaris KDMP Panggungharjo Agus Subagja menjelaskan, potensi lokal yang dipilih adalah dengan memanfaatkan pemancingan di Embung Julantoro. Sebelum ada KDMP, pemancingan ini sudah berjalan di bawah Koperasi Jogoserut. Namun saat itu masih dikelola warga tanpa legalitas resmi.
Setelah adanya KDMP, proses legalisasi langsung diurus. Hanya dalam waktu 16 hari setelah musyawarah kalurahan, koperasi sudah mengantongi SK Kemenkumham, nomor induk koperasi (NIK), nomor induk berusaha (NIB), hingga NPWP.
Pemilihan unit pemancingan sebagai KDMP dinilai lebih realistis. Dibanding membuka gerai sembako atau usaha grosir lain yang risikonya tinggi.
Sebab dengan bunga pinjaman 6 persen dari Himbara, usaha rintisan semacam sembako, apotek, maupun gudang logistik dikhawatirkan sulit berkembang. “Saat ini, jumlah anggota resmi tercatat 57 orang. Mayoritas adalah pemancing,” tuturnya Minggu (7/9).
Kini, pemancingan Embung Julantoro bisa menampung hingga 215 pemancing. Harga tiket dari Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu pada event tertentu. Sementara pada hari biasa Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Sistem mancing dibagi per sesi. “Pagi hingga sore, dan sore hingga malam,” tuturnya.
Keuntungan dari pengelolaan tidak masuk ke pemerintah desa, melainkan dibagi untuk anggota koperasi. Konsep ini dipilih agar masyarakat langsung merasakan manfaat ekonomi.
“Kalau BUMDes itu kan milik desa, tapi kalau koperasi masyarakat bisa ikut memiliki dan menikmati hasil,” kata Subagya.
Ke depan, unit ini tidak hanya mengandalkan tiket pemancingan. Mereka menyiapkan rencana pengembangan budi daya ikan nila dan lele. Kemudian menambah fasilitas wisata keluarga, hingga membuka kios peralatan pancing dan pakan.
“Konsepnya one stop fishing area. Tapi kami jalankan organik, sesuai kebutuhan dan potensi yang ada. Tidak dipaksakan,” tegasnya.
Dengan langkah itu, unit ini tercatat sebagai satu-satunya KDMP di Bantul yang tumbuh dari potensi lokal. Tanpa bergantung pada dana Himbara. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita