BANTUL - Pembangunan rumah subsidi dari program pemerintah pusat di Kabupaten Bantul ditargetkan mencapai 400 unit. Hanya saja, tahun ini baru terealisasi 75 unit.
Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Jimmy Alran Manumpak Simbolon menyebut, jumlah keseluruhan itu akan dibagi untuk 15 pengembang aktif di Bantul.
Meski pembangunan masih dilakukan bertahap, tahun depan ditargetkan 100 unit rumah subsidi tersedia. “Tahun 2026, kami berharap tersedia dana sekitar Rp 4 miliar yang bisa digunakan untuk membangun kurang lebih seratus unit rumah,” katanya Selasa (2/9).
Program dari Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah bersubsidi di seluruh Indonesia ini pun terus didukung pemerintah daerah. Upaya tersebut dilakukan dengan kemudahan bagi pengembang rumah subsidi. “Pemkab mempermudah proses izin PBG (persetujuan bangunan gedung) maupun segmen bagi pengembang,” jelas Jimmy.
Selain itu, Pemkab Bantul juga ikut melakukan pendataan calon penerima agar rumah subsidi benar-benar menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). “Kami mendata masyarakat yang sekiranya cocok menerima program ini, jadi kita hanya punya kewenangan melalui program RTLH (rumah tidak layak huni),” ujarnya.
Terlebih saat ini, RTLH di Bantul masih cukup tinggi. Mencapai sekitar 2.000 unit.
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyebut, Pemkab Bantul telah membebaskan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) bagi pembeli rumah subsidi. Sehingga pembeli yang merupakan MBR tidak terbebani biaya pajak.
“Men-support itu dari sisi pembebasan BPHTB-nya bagi rumah subsidi, pajaknya nol,” jelas Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat ditemui di Kejaksaan Negeri Bantul Selasa (2/9).
Kebijakan ini pun sudah berlaku sejak Januari 2024. “Peran pemda adalah men-support agar program nasional ini berjalan sukses,” sambunugnya.
Di Bantul sendiri, kata dia, sudah mulai dilaksanakan pembangunan rumah subsidi di Sedayu. Harga rumah tersebut dibanderol sekitar Rp 160 jutaan. (cin/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita