Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Biasanya Sepi, Pameran Foto Mampu Dongkrak Kunjungan Wisatawan di Pantai Cangkring

Cintia Yuliani • Selasa, 19 Agustus 2025 | 01:50 WIB

 

TERPUKAU: Pengunjung sedang melihat pameran foto di Pantai Cangkring, Senin (18/8/2025).
TERPUKAU: Pengunjung sedang melihat pameran foto di Pantai Cangkring, Senin (18/8/2025).
BANTUL - Event pameran foto yang digelar di Pantai Cangkring, Padukuhan Cangkring, Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, berhasil menarik lebih banyak wisatawan.

Jika biasanya jumlah kunjungan hanya berkisar 600 hingga 800 orang, kali ini bisa tembus hingga 1.200 pengunjung.

Wakil Pengelola Wisata Pantai Cangkring Mulyandanu, 39, mengungkapkan, antusiasme wisatawan terlihat sejak awal acara.

“Karena ada foto juga, kalau enggak jam 20.00 sudah enggak ada wisatawan.

Maka dari itu, khusus acaranya ini dari pagi hingga malam hari berjaga di Pantai Cangkring, karena pengunjung banyak yang datang pada malam hari.

Menurut Mulyandanu, event ini menjadi momentum penting bagi Pantai Cangkring.

Sebab, sebelumnya dalam tiga tahun ia menjadi pengurus wisata dan dua tahun terakhir setelah pergantian kepengurusan belum pernah ada event dari Dinas Pariwisata Bantul.

“Pantai Cangkring itu seolah-olah kayak anak tiri, enggak pernah diperhatikan kami minta jangan sampai jadi anak tiri,” tegasnya saat ditemui di Pantai Cangkring, Senin (18/8/2025).

Ia menceritakan awal mula pameran foto bisa digelar di Pantai Cangkring. Sekitar dua minggu lalu, saat ada event komunitas ambulans di kawasan pantai, ia berkenalan salah satu pegawai Dinas Pariwisata Bantul.

Dari pertemuan itu, ia langsung menyampaikan harapan agar Pantai Cangkring ikut diperhatikan.

“Enggak lama setelah itu, beliau telepon saya. Katanya sampai enggak bisa tidur dan ingin bantu mempromosikan Pantai Cangkring lewat konsep pameran foto.

Baca Juga: Progres 63 Persen, Proyek Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Ditarget Beroperasi Mei 2026

Pada akhirnya Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Bantul berkolaborasi mengadakan event pameran foto.

Dampak pameran foto cukup terasa. Selain menampilkan hasil karya fotografi dengan latar pesona Pantai Cangkring, event ini juga menghadirkan keterlibatan dari sejumlah pihak, termasuk dinas pariwisata, cagar budaya, dan dinas kebudayaan.

Bahkan, pengunjung secara khusus datang untuk melihat pameran. “Ada beberapa yang memang tujuannya melihat foto-foto di Pantai Cangkring. Kenaikannya sekitar 30 sampai 40 persen,” katanya.

Ia menambahkan, Agustus biasanya menjadi periode sepi pengunjung. Namun, tahun ini kondisinya berbeda berkat adanya pameran foto.

Ada beberapa wisatawan menanyakan pameran foto yang diadakan di Pantai Cangkring. "Ada yang nanya pamerannya di mana, artinya mereka ke sini memang mau lihat pameran,” terangnya.

Tak hanya pengelola, pedagang pun merasakan dampak positif. Jumiati, salah satu penjual warung di Pantai Cangkring mengaku dagangannya laris berkat event tersebut.

“Biasanya sehari cuma dapat Rp 200 ribu, sekarang baru jam 9 pagi bisa sampai Rp 500 ribu,” jelasnya.

Namun, ia menambahkan, dari tiga hari penyelenggaraan pameran foto, hari Senin (18/8) menjadi yang paling ramai karena bertepatan dengan libur Hari Kemerdekaan Indonesia.

Dengan keberhasilan acara perdana ini, Mulyandanu berharap Pantai Cangkring ke depan bisa lebih sering mendapat perhatian dan dukungan dari dinas terkait.

Selain memperkuat daya tarik wisata, kegiatan seperti ini juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. (cin/zam)

Editor : Herpri Kartun
#Mulyandanu #Pantai Cangkring #dinas pariwisata #dinas kebudayaan #kabupaten bantul #Jumiati #dongkrak kunjungan wisatawan #srandakan #promosi wisata #pameran foto #komunitas ambulans #Desa Poncosari #cagar budaya #Bantul #fotografi #event #Pameran #Foto-foto #hari kemerdekaan indonesia #warung #Wisatawan #Kecamatan Srandakan #Poncosari #Ekonomi