BANTUL – Penangkapan komplotan penjudi online di wilayah Banguntapan, Bantul, mengungkap fakta unik. Lokasi yang digunakan sebagai markas operasional sempat membuat warga terkecoh. Bukan hanya tidak ada yang curiga, bahkan sempat beredar kabar di lingkungan sekitar bahwa tempat tersebut merupakan kantor Grab.
“Cuma kalau saya kan ko aneh, masa grab buat kantor di tempat seperti itu, kan ngga logis,” jelas Sutrisno saat ditemui di rumahnya Senin (11/8/2025).
Ia mengaku baru mengetahui adanya penggerebekan setelah melihat tayangan di YouTube yang menayangkan rilis dari Polda DIY.
“Saat penggerebekan pihak kepolisian tidak pernah koordinasi, memberi pemberitahuan, atau mengajak pendampingan saya sebagai RT,” jelasnya.
Menurutnya, tidak ada warga sekitar yang mengetahui adanya aktivitas judi online di lokasi tersebut. Ia baru tahu setelah informasi berkembang di media bahwa kegiatan tersebut sudah berjalan sekitar setahun.
“Awalnya saya tahunya itu gudang. Depannya dipakai untuk naruh bambu dan bendera 17-an. Warga juga hanya pernah melihat ada pegawai keluar malam-malam pakai motor dengan knalpot bising, suaranya sempat mengganggu warga,” ungkapnya.
Pasca-penggerebekan, bangunan itu kini tampak sepi. Aktivitas di rumah sebelah yang dimiliki kerabat pelaku tetap berjalan seperti biasa. “Kalau gudangnya sendiri sekarang tidak dipakai,” tambahnya.
Ia menegaskan, hingga kini ia belum mengetahui siapa warga yang melapor hingga penggerebekan dilakukan. “Kalau dari rilis Polda, laporannya dari warga. Tapi warga sini banyak yang tidak tahu. Saya juga tidak pernah mendapat pemberitahuan soal laporan itu,” ujarnya.
Sementara itu, warga setempat yang rumahnya tidak jauh dari markas judi online tepatnya di RT 11 RW 15 Plumbon, Banguntapan, juga tidak tahu menaui tentang penggerebekan dan aktivitas lima orang di markas tersebut. “Karena depannya kos-kosan jadi ngga tahu aktivitas mereka dan ngga kenal juga, saya kira juga mahasiswa karena kan depannya kos-kosan,” tuturnya.
Sutrisno tak lupa memberikan pesan khusus kepada warganya. Ia mengingatkan agar jangan mudah tergiur mencari penghasilan melalui judi online. Menurutnya, permainan itu lebih banyak membawa kerugian dibanding keuntungan, bahkan kerap menyeret pemainnya ke jeratan pinjaman online.
Ia mencontohkan, baru-baru ini ia mendengar kabar ada seorang warganya yang harus menanggung kerugian hingga ratusan juta rupiah akibat terlibat judi online. “Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, lebih baik cari rezeki dari usaha yang halal dan pasti,” pungkasnya. (Cr2)
Editor : Iwa Ikhwanudin