Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DNA Satria Mengalir dalam Darah Warga Bantul, Tarian Kolosal Meriahkan Peringatan Hari Jadi ke-194

Cintia Yuliani • Senin, 21 Juli 2025 | 03:11 WIB

 

 

PERTUNJUKAN: Siswa-siswi SMKN 1 Kasihan, Bantul sedang menarikan tarian kolosal berjudul Jiwa Bumi Jiwa Samudera di Lapangan Trirenggo, kemarin (20/7).
PERTUNJUKAN: Siswa-siswi SMKN 1 Kasihan, Bantul sedang menarikan tarian kolosal berjudul Jiwa Bumi Jiwa Samudera di Lapangan Trirenggo, kemarin (20/7).

BANTUL - Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Bantul dimeriahkan oleh penampilan tari kolosal berjudul Jiwa Bumi Jiwa Samudera yang dibawakan 100 siswa-siswi SMKN 1 Kasihan, Bantul. Mereka membawa berbagai properti yang merepresentasikan kapal, awan, tampah, orang-orangan, dan lainnya.

Tarian ini menjadi pembuka dalam rangkaian acara yang digelar di Lapangan Kalurahan Trirenggo, Minggu (20/7). Ini sekaligus menggambarkan tema peringatan hari jadi Bantul tahun ini yakni Bantul Bumi Satriya, Sawiji Ambuka Kertaning Praja.

Pertunjukan tari kolosal itu memadukan unsur-unsur Bantul seperti semangat kebersamaan, kemakmuran, ketahanan, dan kekuatan jiwa satriya. Guru sekaligus pelatih tari Ririn Puspitasari menjelaskan, unsur satriya menjadi sentral dalam garapan ini.

"Makanya kita munculkan tokoh-tokoh satriya sebagai lambang kesatriyaan," ujarnya saat ditemui di kantor Kalurahan Trirenggo  usai penampilan.

Tari kolosal ini juga menampilkan tokoh dewi kemakmuran yang digotong empat penari dan dua penari berkostum emas. Ini  menggambarkan sosok satriya sebagai simbol semangat juang dan keteladanan. “Tokoh satriya yang kami tampilkan tidak merujuk pada satu figur tertentu, tetapi merepresentasikan jiwa satriya yang ada di Bantul,” tambah Ririn.

Proses latihan tari ini terbilang singkat, hanya tujuh kali pertemuan. Meski demikian, seluruh elemen produksi mulai dari koreografi, musik, tata rias, hingga properti dikerjakan secara kolaboratif dan simultan dalam waktu sangat terbatas.

Ririn mengungkap kesulitan yang dialami terutama saat mengumpulkan penari karena bersamaan dengan banyak agenda sekolah. "Saat penari tidak lengkap, kita kesulitan membentuk pola gerakan,” jelasnya.

Kepala SMKN 1 Kasihan Agus Suranto, 58, menyebut tantangan lain adalah soal lokasi latihan. Tempat pertunjukan berada di Lapangan Trirenggo lebih luas daripada lapangan di sekolahnya. "Jadi kita harus cari tempat yang sesuai agar anak-anak lebih leluasa berlatih," ujarnya.

Walaupun terdapat berbagai tantangan, siswa-siswi SMKN 1 Kasihan berhasil menampilkan penampilan terbaiknya di depan ribuan masyarakat yang hadir. Terlihat ASN maupun warga yang menyaksikan terpukau dengan penampilan mereka.

Salah seorang penari, Ayumna Rajwa, 18, mengaku senang bisa ikut tampil dalam acara penting ini. "Saya dari Sleman, jadi ini pengalaman pertama ikut Hari Jadi Bantul. Sangat senang bisa tampil, bisa buat nambah pengalaman” ujarnya.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyampaikan apresiasinya atas penampilan siswa-siswi SMKN 1 Kasihan yang sukses membawakan semangat tema hari jadi dengan sempurna. Dikatakan, penampilan mereka menggambarkan jiwa-jiwa satriya yang bersemayam dalam tubuh warga Bantul.

"Kalau semua menjadi satriya muda, saya optimistis Bantul akan maju dan kita bisa mengatasi banyak masalah kemiskinan, sampah, dan stunting," jelasnya.

Ia juga menegaskan Bantul Bumi Satriya bukan sekadar simbolik, melainkan refleksi dari karakter historis warga Bantul yang telah teruji dalam sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, DNA satria mengalir dalam darah warga Bantul, dari Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, hingga Hamengku Buwono IX dan Jenderal Sudirman.

Sementara itu, dalam acara hari jadi Bantul ke-194 ini dihadiri seluruh aparatur birokrasi, mulai  kabupaten sampai kalurahan. Selain itu juga Wagub DIJ Paku Alam X, anggota DPR RI, DPD, DPRD DIJ, DPRD Kabupaten Bantul, dan para mantan bupati dengan mengenakan baju adat Jogjakarta. (cr2/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Hari Jadi Bantul #tari kolosal #dprd kabupaten bantul #paku alam x #SMKN 1 Kasihan