BANTUL - Hadirnya Bawaslu Corner di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Bantul mendapat sambutan cukup baik dari pengunjung. Sejak diresmikan pada 17 Mei lalu, ruang edukasi demokrasi tersebut mulai menarik perhatian dari berbagai kalangan, tak hanya generasi muda.
Ketua Bawaslu Bantul Didik Joko Nugroho menjelaskan, keberadaan Bawaslu Corner memang menyasar pengunjung perpustakaan yang rata-rata mencapai 300 orang per hari. Dia menilai, potensi inilah yang kemudian menjadi latar belakang Bawaslu membuka ruang literasi pengawasan pemilu tersebut.
Baca Juga: Gerebek Suro Gunung Tidar Jadi Ritual Sakral hingga Simbol Pelestarian Budaya
“Respons dari pengunjung cukup baik. Segmentasinya ternyata bukan hanya anak-anak muda, tetapi ada anak-anak remaja, SD dan SMP," bebernya Rabu (25/6).
Didik merinci, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi literatur pengawasan. Mulai dari laporan pemilu hingga pilkada. Terdapat pula buku-buku koleksi Bawaslu dari kabupaten/kota se-Indonesia. Tak hanya itu, ruang tersebut juga dilengkapi dengan tayangan video kaleidoskop pengawasan yang diputar secara berurutan.
Baca Juga: Yayasan AHM Tantang Anak Muda Adu Kreativitas Konten Keselamatan Berkendara
“Ada juga photo booth yang kami sediakan untuk generasi muda," tuturnya.
Sehingga pengunjung bisa lebih mengenal pesan-pesan antipolitik uang, pentingnya menjadi pemilih pemula yang cerdas, dan membangun demokrasi bermartabat. Upaya ini sekaligus menjadi pendekatan kreatif dalam menyampaikan nilai-nilai demokrasi.
Melalui photo booth tersebut, lanjutnya, pengunjung diharapkan turut menyebarkan pesan edukatif secara organik. Baik lewat media sosial maupun grup percakapan pribadi.
Pengunjung Perpusda Bantul Zaki Ibnu, 15, mengaku sempat bingung saat pertama kali melihat isi Bawaslu Corner. Meski begitu, pelajar SMA yang tengah libur sekolah itu menilai ruang tersebut bisa menjadi wadah belajar politik.
“Mungkin dari sini bisa tahu dasar-dasarnya,” ungkapnya saat ditemui di Perpustakaan Bantul. (cr2/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita