Acara berlangsung di rumah mereka yang beralamat di RT 02, Padukuhan Polaman, Triwidadi, Pajangan.
Menu utama berupa tongseng kambing diduga menjadi pemicu gangguan kesehatan massal tersebut. Keesokan harinya, Kamis pagi (5/6) sekitar pukul 06.00 WIB mulai merasakan gejala.
"sejumlah warga mulai merasakan gejala seperti sakit perut, diare, mual, hingga muntah," jelas Kepala Kasi Humas I Nengah Jeffry Jumat (6/6).
Laporan pertama datang dari Iswanto, 35, salah satu warga RT 01 yang juga menjadi saksi dalam kejadian ini.
Ia mengaku menerima banyak aduan dari warga sejak pagi buta.
“Pagi itu saya baru bangun tidur, langsung banyak warga yang mengeluh sakit perut disertai diare. Ada yang muntah-muntah,” ujarnya.
Menanggapi laporan tersebut, Iswanto segera menghubungi dua warga lainnya, Kardiyo, 55 dan Sholikhin, 45, yang masih memiliki hubungan kerabat dengan keluarga penyelenggara acara.
Ketiganya kemudian mendatangi rumah Sutarjan, untuk menyampaikan laporan secara langsung.
Sutarjan kemudian berkoordinasi dengan Panewu Pajangan dan pihak Puskesmas Pajangan untuk segera melakukan penanganan medis.
Puskesmas mengirim tim kesehatan yang dipimpin oleh Dr. Sarah Hagaina Tarigan. Mereka langsung mendatangi Dusun Polaman untuk memeriksa dan mengobati warga yang mengeluh keracunan.
Warga yang terdampak berasal dari berbagai RT di Dusun Polaman. Total keseluruhan korban mencapai 51 orang.
Kabar baiknya datang dari keterangan Abdul Rohman, Ketua LPMK Triwidadi sekaligus tokoh masyarakat setempat, menyebutkan bahwa seluruh korban sudah mendapatkan obat dari Puskesmas dan menunjukkan perkembangan positif.
"Saat ini kondisi semua korban keracunan makanan sudah dinyatakan sembuh dan tidak ada yang dirujuk serta opname," jelasnya. (cr2)
Editor : Bahana.