Perusakan makam yang dilakukan oleh pelaku yang sampai saat ini belum diketahui identitasnya mendadak viral di media sosial.
Makam yang dirusak adalah makam tertentu saja, yakni hanya milik makam non-muslim.
Menanggapi kasus tersebut Bupati Bantul Abdul Halim Muslih meminta masyarakat tetap menunggu hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Ia juga menyebut bahwa sebenarnya motivasinya pelaku melakukan perusakan makam, adalah sesuatu yang tidak masuk akal.
"Makam ini tempatnya orang yang sudah meninggal, kok dirusak, kira-kira pelakunya akan dapat apa," tuturnya.
Ia berpesan bahwa masyarakat harus berhati-hati sebelum hasil penyelidikan dirilis oleh kepolisian.
"Kita tidak bisa berandai-andai atau berspekulasi, kita tunggu saja hasil dari penyelidikan," tambahnya.
Menurutnya kejahatan yang dilakukan oleh pelaku perusak makam adalah sesuatu kejahatan yang sulit untuk dimengerti, karena kejahatan ini bukan kejahatan biasanya seperti contohnya mencuri.
"Tujuannya apa, saya tidak bisa mencerna kejahatan jenis apa ini," herannya.
Keuntungan dari berbuat merusak makam menurutnya tidak ada. Ia berpendapat bahwa yang melakukan hanyalah orang gila.
Halim memastikan bahwa pelaku kejahatan perusakan makam tidak mengerti ajaran agama.
"Kejahatan ini tidak mungkin dilakukan oleh orang yang memiliki agama yang baik," tuturnya.
Menurutnya semua agama baik itu nasrani, muslim tidak ada yang mengajarkan perusakan makam.
"Kalau karena berbeda keyakinan, maka dia tidak memahami bahwa yang berhak menilai itu hanya Tuhan," tambahnya (cr2)
Editor : Bahana.