BANTUL - Sampah yang dibuang di dekat Pantai Dewaruci, Sanden, Bantul dari Pasar Gamping sudah dibersihkan. Hanya saja, penanganan sampah tersebut dengan cara ditimbun di sekitar lokasi. Penimbunan langsung dilakukan oleh pelaku pembuangan menggunakan alat berat pada Rabu (30/4).
Panewu Sanden Deni Ngajis Hartono membeberkan, penimbunan telah diizinkan oleh petani setempat. Sebab mayoritas sampah organik berupa buah-buahan. “Saya kira kan kalau buah-buahan baik juga untuk pupuk,” sebut Deni.
Mengantisipasi hal serupa terjadi, petugas tempat pemungutan retribusi (TPR) di Pantai Samas akan diperketat. Nantinya, mereka akan bertugas hingga malam hari. “Maksimal sampai pukul 20.00,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Bantul Yuli Hernadi.
Diduga sampah dari Pasar Gamping ini dibuang pada malam atau dini hari ketika kondisinya sedang sepi. Yuli mengaku, tidak bisa me-monitoring pembuang sampah liar seperti ini dapat diantisipasi. Terlebih adanya dalih sudah diizinkan, sehingga dapat masuk TPR Pantai Samas. “Akan kami galakan lagi petugas-petugas TPR agar mewaspadai sehingga tidak ada lagi pembuang sampah di destinasi pantai,” tegasnya.
Penjagaan di TPR Pantai Samas, lanjutnya, berbeda dengan TPR Pantai Parangtritis. Sebab di lokasi tersebut, selalu dijaga 24 jam atas kerja sama dengan kalurahan setempat.
Namun untuk TPR Pantai Samas, pihak kalurahan belum menyanggupinya. “Kalau pembuangan sampah di destinasi pariwisata yang diketahui pasti kami larang masuk,” tuturnya. (rul/eno)
Editor : Herpri Kartun