RADARJOGJA - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih puas dengan pelaksanaan program padat karya infrastruktur.
Karena itu, orang nomor satu di Bumi Projotamansari ini berencana menambah alokasi anggaran program yang ditangani Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul itu.
”Insyaallah di 2026 kami tingkatkan anggarannya,” tegas Halim di sela peresmian program padat karya infrastruktur di Kampung Ngrukem, Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Sabtu (15/3/2025) petang.
Komitmen politikus PKB menambah anggaran cukup beralasan. Menurutnya, padat karya menjadi salah satu program yang dinanti masyarakat. Itu ditandai dengan banyaknya proposal pengajuan di disnakertrans.
Di sisi lain, program ini juga berperan meningkatkan perekonomian warga. Seluruh warga yang terlibat sebagai pekerja memperoleh HOK (hari orang kerja).
Untuk pekerja, misalnya, mendapatkan HOK sebesar Rp 70 ribu per hari. Selanjutnya, tukang sebesar Rp 80 ribu per hari. Terakhir, ketua kelompok Rp 90 ribu per hari.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, padat karya infrastruktur kali ini dilaksanakan selama 21 hari.
Persisnya, mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2025. Dengan sasaran 195 titik lokasi. Tiap lokasi menyerap 26 pekerja. Dengan begitu, padat karya kali ini menyerap 5.070 pekerja.
”Program ini membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat,” ujarnya.
Program andalan disnakertrans ini juga turut meningkatkan kualitas infrastruktur pedesaan. Sebab, bentuk program ini bervariasi. Mulai cor blok jalan, drainase tertutup, hingga bangket.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Bantul Istirul Widilastuti menyebut, anggaran padat karya infrastruktur 2025 menelan anggaran Rp 19,5 miliar. Sumbernya dari APBD kabupaten.
”Tujuan utamanya adalah memberikan pekerjaan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan. Terutama pengangguran, setengah pengangguran, dan warga miskin,” katanya.
Tirul, sapaan akrabnya, berharap pelaksanaan padat karya infrastruktur menggerakkan ekonomi warga. Terutama menjelang Lebaran. (zam)
Editor : Winda Atika Ira Puspita