BANTUL - Panitia khusus (pansus) DPRD Bantul lakukan peninjauan di Agrowisata Bukit Dermo, Selopamioro, Imogiri Jumat (14/2/2025). Ditemukan, kondisi fasilitas pendukung yang mangkrak.
Sebab pembangunan fasilitas berupa stand berdagang, tempat ibadah, hingga toilet masih belum selesai. Sehingga tidak bisa digunakan. Selain itu, gardu pandang yang berbahan besi mulai berkarat. “Kisarannya (pembangunan selesai, Red) baru 49 persen. Kami ke sini untuk menindaklanjuti laporan hasil pemeriksaan (LHP) badan pemeriksa keuangan (BPK),” ujar Ketua Pansus DPRD Bantul Arif Haryanto di lokasi.
Dia membeberkan, anggaran untuk pembangunan Agrowisata Bukit Dermo menggunakan dana alokasi khusus (DAK). Nilainya mencapai Rp 5,7 miliar. Namun uang yang keluar untuk target pembangunan yang selesai 31 Desember 2024 ini baru Rp 4,011 miliar.
Rinciannya adalah down payment (DP) 25 persen atau sekitar Rp 1,4 miliar dan pembayaran termin pertama sekitar Rp 2,5 miliar. Namun karena pembangunan belum mencapai 60 persen, pemenang tender yakni CV Cipto Wening diminta untuk mengembalikan Rp 1,058 miliar.
“Itu kembali ke kas daerah, dan menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) 2024, masuk ke kas 2025, tidak bisa digunakan untuk melanjutkan,” ucap pria yang juga Ketua Komisi B DPRD Bantul ini.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Bantul Yuli Hernadi yang ikut dalam peninjauan enggan memberikan komentar. “Sama Pak Kadis saja, maaf saya tidak berwenang,” lontarnya.
Namun hingga berita ini dibuat, Kepala Dispar Bantul Saryadi saat dikonfirmasi tidak membalas pesan yang dikirimkan Radar Jogja.
Sedangkan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul Hermawan Setiaji mengaku, belum mengetahui tindak lanjut terkait pembangunan Agrowisata Bukit Dermo. Sebab dari Pemkab Bantul, disebut belum memiliki skema yang pas. (rul/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita