BANTUL - Kabupaten Bantul punya Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) baru.
Lokasinya berada di Jalan Gajah Mada, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul. Atau di seberang Polres Bantul.
Rencananya akan beroperasi untuk umum mulai 1 Februari 2025.
Dengan adanya gedung baru ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan masyarakat dan meningkatkan minat membaca buku di Perpusda.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bantul Sukrisna Dwi Susanta menyebutkan, jumlah kunjungan Perpusda selama 2024 mencapai 424.299 orang.
Rincian angka tersebut di antaranya pemanfaatan layanan kantor sebanyak 26.923 orang, layanan perpustakaan keliling 240.571 orang dan layanan mandiri sebanyak 156.805 pengunjung.
Sukrisna berharap adanya gedung baru ini capaian kunjungan perpus tahun 2025 semakin meningkat dari tahun sebelumnya, 2024.
"Kami targetkan (tahun ini, Red) jumlah pengunjung 10 persen meningkat dari tahun kemarin," tegasnya, Kamis (30/1/2025).
Adapun tingkat kegemaran membaca di Bantul pada 2024 mencapai 80,89. Capaian tersebut termasuk kategori tinggi karena di atas rerata nasional yang ditetapkan yakni 72,44.
Gedung anyar Perpusda sudah diresmikan secara seremonial oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Kamis (30/1/2025).
Kendati begitu, Sukrisna menyebut, operasionalnya baru akan dibuka per 1 Februari 2025 nanti. Kondisi tersebut karena sampai akhir Januari masih dilakukan stock opname terhadap koleksi buku.
"Jadi mereview buku kembali berapa jumlahnya yang masih ada," sambungnya.
Terkadang ada yang pinjam dan tidak kembali sehingga dilakukan stock opname.
Nantinya 1 Februari seluruhnya beroperasi di gedung yang baru dan meninggalkan bangunan lama.
Proses pemindahan buku sudah selesai hingga mencapai 127 ribu judul.
Pria yang biasa disapa Krisna itu menjelaskan, nanti waktu layanan mulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00 selama lima hari kerja Senin-Jumat.
"Nanti kami usahakan ke depan akan piket Sabtu-Minggu," tegasnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menambahkan, pembangunan menggunakan dana alokasi khusus dari Perpusnas hingga menelan Rp 10 miliar.
Menurutnya, kehadirannya untuk seluruh masyarakat Bantul dari berbagai lapisan tidak hanya pelajar saja.
Bahan literasi dapat diakses di Perpusda Bantul sehingga menambah wawasan dan pengetahuannya.
"Tidak ada negara maju tanpa literasi dan pengetahuan dan buku adalah jendelanya," tegasnya.
Lokasinya di tempat di tengah kota agar kemudahan akses sehingga dapat didatangi oleh berbagai masyarakat penjuru Bantul.
Nantinya akan dilengkapi studio mini.
Diklaimnya, Perpusda Bantul inklusif dengan adanya tambahan buku braille yang khusus untuk penyandang tunanetra. (rul)